Home RELIGI Pengajian Ahad Pagi : Meneladani Perjuangan Nabi Meraih Kemenangan

 Pengajian Ahad Pagi : Meneladani Perjuangan Nabi Meraih Kemenangan

by sabda news

SabdaNews.com- Pengajian Ahad Pagi yang digelar Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kebomas Kabupaten Gresik pada Ahad (16/8/2026) mengangkat tema meneladani perjuangan Nabi meraih kemenangan  engajian yang diselenggarakan di Masjid At-Taqwa Giri Cabang Kebomas pada 04 Rabi’ul Awal 1448 H menghadirkan KH. Dr. Mohammad Sulthon Amien, M.M.  Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur ini mengupas fondasi kemenangan di masa Rosulullah Muhammad Saw, “Salah satunya adalah ekosistem tim yang kokoh”Ujarnya  Dr Sulthon menyampaikan perjuangan besar menuntut pilar pendukung yang bertakwa dan memiliki peran yang komplementer, diantaranya ada sahabat sekaligus mertua Nabi, Abu Bakar As-Shiddiq yang memiliki kepercayaan dan kesetiaan mutlak, sahabat Umar bin Khattab yang memiliki ketegasan dan strategi terbuka, ada juga Hamzah bin Abdul Muntholib yang memiliki keberanian dengan julukan singa Allah – berevolusi dari sekedar pembela keluarga menjadi perisai fisik terkuat kaum muslimin di fase awal.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Surabaya ini mengungkapkan keteladanan Rosulullah Saw juga dapat dipelajari dari keteguhan di tengah musibah, “Iman tidak memberikan kekebalan dari musibah, melainkan memberikan daya tahan untuk melewatinya”Ungkapnya.  Serangan itu tidak hanya berupa fisik, ungkapnya, perang ekonomi dengan pemboikotan sosial selama 3 tahun menderita ekstrem hingga terdengar tangisan kelaparan dari luar lembah. Namun bencana itu tidak membuat umat lemah, pemboikotan justru menyatukan barisan, memperkuat akar ketakwaan, dan berakhir dengan keretakan koalisi musuh.

Disinilah lanjutnya peran Rosulullah dalam menavigasi krisis dan kegagalan, pola piker yang melampaui zamannya menjadi sebuah manisfestasi sempurna dari apa yang dunia modern sebut sebagai Growth Minset (Pola Pikir Berkembang). Rosulullah pantang menyerah tetap menawarkan visi meski terus ditolak berkali-kali, dari belajar kegegalan ia memproses tragedy memilukan menjadi evolusi strategi, dan kemampuannya dalam mengadopsi taktik dan teknologo asing yang belum pernah ada.

Pria kelahiran Sidoarjo, 10 Maret 1957 ini juga menyampaikan pola pikir yang dilakukan Rosulullah saat membedah kegagalan di bukit Uhud, dari mengungkap pelanggaran instruksi langsung komandonya untu tetap di bukit dan tidak tergoda ghonimah / harta rampasan.  Belajar dari krisis kegagalan itu, tambahnya, Rosulullah di saat menghadapi koalisi besar musuh dalam perang khandaq meninggalkan taktik militer tradisional arab dan mengadopsi ilmu dari luar. Adalah Salman Al-Farisi (militer Persia) yang menawarkan ide meminjam inovasi lauar selama tidak bertentangan dengan prinsip agama. Selain itu, Rosulullah juag mempraktikkan lead of example, tidak hanya memberikan instruksi, tetapi ikut memanggul tanah dan memecahlan batu besar dalam pembuatan parit. Disamping itu, di tengah kondisi yang sangat sulit, Rosulullah tetap menananmkan optimism akan kemenanganumat islam.

Direktur Utama Parahita Diagnostic Center — jaringan laboratorium klinik dengan sekitar 18 cabang di seluruh Indonesia dan 900 lebih karyawan – ini menyimpulkan kajian ahad pagi ini, “ kemenangan tidak datang kebetulan, melainkan dari keksekusi variable-variabel ketakwaan”Katanya.  Dengan Iman yang kokoh dikalikan sebuah kesabaran dan inovasi yang memiliki ketahan konsistensi waktu hasilnya adalah sebuah kemenangan. Sejarah perjalanan Rosulullah adalah aplikasi nyata dari prinsip dasar kehidupan yang ada dalam Alquran, sebuah suri tauladan yangjelas dan pantas untuk dijadikan pedoman.  ( Kontributor Mahfudz Efendi/Red)

You may also like

Leave a Comment