PAMEKASAN.SabdaNews.com – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan “Senam Anak Indonesia Hebat” yang diikuti sebanyak 24.114 siswa se-Kabupaten Pamekasan dalam rangka Puncak Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 Tingkat Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan pemecahan Rekor MURI tersebut juga dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti, Bupati Pamekasan Kholilurrahman, Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto bersama jajaran pemerintah daerah, tenaga pendidik, serta ribuan pelajar dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
Mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Adhy menyampaikan bahwa capaian tersebut bukan sekadar prestasi seremonial, tetapi menjadi simbol kuat kolaborasi daerah dalam mendukung pembangunan karakter dan kesehatan generasi muda Indonesia.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini. Kehadiran ribuan peserta hari ini menunjukkan bahwa pendidikan adalah gerakan bersama yang dibangun dengan semangat gotong royong, kepedulian, dan optimisme untuk menyiapkan masa depan Indonesia yang lebih maju,” kata Adhy usai menghadiri kegiatan Senam Anak Indonesia Hebat di Pamekasan, Minggu (24/5/2026).
Menurutnya, pemecahan Rekor MURI “Senam Anak Indonesia Hebat” menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam membangun generasi emas yang sehat, tangguh, dan berkarakter.
“Di hadapan Bapak Menteri, hari ini kita membuktikan komitmen tersebut melalui pemecahan Rekor MURI ‘Senam Anak Indonesia Hebat’ yang diikuti ribuan anak-anak dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan ini bukan hanya untuk meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar, disiplin, kolaborasi, dan pola hidup sehat sejak dini,” ujarnya.
Adhy menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung penuh program-program strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, khususnya dalam penguatan pendidikan karakter serta pembiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.
“Bagi kami, Rekor MURI ini bukan sekadar catatan prestasi, melainkan simbol kuat kolaborasi daerah dalam mendukung program-program strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Adhy mengatakan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik dan teknologi, tetapi juga pembentukan kualitas sumber daya manusia yang sehat secara fisik maupun mental.
Karena itu, Pemprov Jatim terus memperkuat berbagai program pendidikan, mulai dari digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, sekolah ramah anak, hingga pembiasaan hidup sehat bagi peserta didik.
“Kami meyakini bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas manusianya,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Adhy juga mengajak seluruh guru di Jawa Timur untuk terus menjadi pembelajar yang inovatif, kreatif, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Sementara kepada para pelajar, ia berpesan agar terus belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga kesehatan, membangun disiplin, dan berani bermimpi besar demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Jadilah generasi yang mampu bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia yang berakhlak dan berbudaya,” pungkasnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam memecahkan Rekor MURI melalui kegiatan Senam Anak Indonesia Hebat dengan jumlah peserta mencapai 24.114 siswa.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam mendukung terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua.
“Ini adalah sebuah capaian yang menunjukkan komitmen Bapak Bupati, komitmen Ibu Gubernur dan seluruh jajaran bupati/wali kota serta Dinas Pendidikan se-Jawa Timur untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” ujarnya.
Abdul Mu’ti menjelaskan, tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2025 dan 2026 yang sama yakni “Menguatkan Partisipasi Semesta untuk Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” merupakan implementasi amanat UUD 1945, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, serta Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan generasi unggul melalui pendidikan, kesehatan, dan teknologi.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dan gotong royong dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Indonesia. “Kami mengajak agar kerja sama yang sudah terjalin dengan sangat baik pada tahun ini dapat terus kita tingkatkan pada masa-masa yang akan datang,” tandasnya. (pun)
