BLITAR.SabdaNews.com – Ketua Perwosi Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak menutup gelaran Lomba Volley Perempuan Perwosi Smash Tourney 2026 di Lapangan Bola Volley Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar, Minggu (24/5/2026).
Didampingi Bupati Kabupaten Blitar Rijanto dan Ketua Perwosi Kabupaten Blitar Arina Andriani Beky Herdihansah, Arumi menyampaikan bahwa agenda tahunan bola voli perempuan antar kecamatan se-Kabupaten Blitar ini secara konsisten menjadi wadah pembinaan sekaligus ajang unjuk kemampuan bagi para atlet voli perempuan.
Yang spesial, Perwosi Smash Tourney disambut antusias oleh para peserta dan masyarakat sekitar, yang turut memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan olahraga voli perempuan di Kabupaten Blitar.
Dalam ajang ini, Kecamatan Srengat memenangkan posisi juara 1, disusul Kecamatan Kanigoro ditempat kedua, selanjutnya Kecamatan Kademangan dan terakhir, Kecamatan Ponggok memperoleh juara 4.
Secara khusus, Arumi menyampaikan voli adalah olahraganya masyarakat. Untuk itu, Perwosi hadir supaya bisa memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat terutama bagi perempuan di Jawa Timur.
“Voli itu olahraga nya masyarakat. Makanya ini termasuk perhelatan olahraga yang langgeng dan diikuti 22 Kecamatan se Kabupaten Blitar,” kata Arumi Bachsin.
“Saya ikut senang karena olahraga voli, kita bisa kumpul disini, ada atlet yang bertanding, ada suporter yang hebat. Semuanya kompak. Semoga Perwosi bisa terus hadir supaya bisa memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat terutama bagi perempuan,” imbuhnya.
Arumi menyebut, olahraga ini tidak hanya ajang olahraga senang-senang, tapi ini jadi ikhtiar menyehatkan badan, menerapkan gaya hidup sehat dan membantu Pemerintah dalam meringankan beban BPJS.
“Ibu-ibu main voli itu bukan senang-senang, tapi ini bagian ikhtiar menyehatkan badan. Membiasakan olahraga, gaya hidup sehat,” tambahnya.
“Pemerintah itu beban BPJS nya banyak. Sedangkan BPJS ternyata banyak menanggung penyakit yang bisa dicegah seperti diabetes, kolesterol, asam urat dsb. Itu bisa dicegah, apalagi emak – emak suka susah jaga makan karena jadi koki dirumah. Tapi dengan olahraga, kita bisa lebih menyeimbangkan dengan pola hidup sehat, akhirnya jarang sakit, beban bpjs bisa lebih ringan dan membantu Pemerintah,” terangnya
Lebih lanjut, Arumi menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya turnamen yang dinilai mampu memperkuat solidaritas, sportivitas, serta meningkatkan kualitas atlet perempuan di tingkat daerah.
“Perempuan harus berani mengambil ruang untuk berkembang dan berprestasi. Melalui turnamen ini, saya ingin melihat semakin banyak atlet voli perempuan yang percaya pada kemampuannya, berani bermimpi lebih tinggi, dan terus berlatih dengan disiplin,” ujarnya.
“Jangan pernah ragu untuk melangkah. Dari tingkat kecamatan seperti ini, lahir atlet-atlet hebat yang kelak bisa membawa nama daerah bahkan Indonesia. Kuncinya adalah konsistensi, kerja keras, dan semangat pantang menyerah,” imbuhnya.
Dia juga menekankan bahwa olahraga tidak hanya membentuk kekuatan fisik, tetapi juga karakter yang tangguh dan jiwa kepemimpinan.
“Olahraga mengajarkan kita tentang kerja sama, ketahanan menghadapi tantangan, dan bagaimana bangkit dari kekalahan. Nilai-nilai inilah yang akan membentuk perempuan-perempuan hebat di masa depan,” tambah Arumi.
Diakhir, melalui kegiatan ini diharapkan semangat kompetisi yang sehat terus tumbuh, serta mampu memperkuat peran perempuan dalam membangun prestasi olahraga di Jawa Timur. (pun)
