SabdaNews.com – Anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim Ony Setiawan lakukan gerakan penanaman sorgum, sebagai langkah konkret menindaklanjuti instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, terkait penguatan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional.
Instruksi tersebut mendorong kader partai untuk mengembangkan sepuluh tanaman pendamping beras, yakni singkong, ubi jalar, jagung, sukun, porang, sorgum, pisang, sagu, talas, dan hanjeli. Gagasan ini telah digaungkan sejak Juli 2020 sebagai strategi diversifikasi pangan nasional.
Ony mengatakan bahwa pihaknya di Tuban mulai menyiapkan lahan dan mengajak kader Partai untuk melakukan penanaman bersama sorgum atau yang dikenal masyarakat lokal sebagai “orean”.
“Ini bagian dari komitmen kami dalam menjalankan instruksi Ibu Megawati. Kami ingin melihat langsung sejauh mana sorgum bisa tumbuh optimal di Tuban, sekaligus menghitung potensi ekonominya bagi masyarakat,” ujar anggota Komisi B DPRD Jatim.
Pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Tuban ini menilai sorgum memiliki peluang besar dikembangkan di wilayah Tuban yang didominasi tanah berkapur dan memiliki karakter iklim kering. Tanaman serealia asal Afrika ini dikenal tahan kekeringan serta tidak membutuhkan banyak air dibanding tanaman pangan lain.
“Sorgum hanya membutuhkan air jauh lebih sedikit dibanding jagung atau padi. Ini sangat cocok dengan kondisi geografis Tuban,” jelas Ony.
Selain itu, kata Ony, keunggulan lain sorgum adalah kemampuannya beradaptasi dengan lahan marginal serta sistem panen berulang (ratoon), yang memungkinkan petani memanen dua hingga tiga kali dalam satu kali tanam.
Lebih jauh Ony menambahkan, hampir seluruh bagian tanaman sorgum dapat dimanfaatkan. Bulirnya dapat diolah menjadi bahan pangan pengganti nasi maupun tepung, sementara batang dan daunnya bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak hingga bahan baku bioetanol.
“Sorgum ini tanaman multiguna. Tidak hanya untuk pangan, tapi juga bisa mendukung sektor peternakan dan energi terbarukan,” tegasnya.
Dari sisi kesehatan, sorgum lanjutnya juga dinilai memiliki nilai tambah karena bebas gluten dan memiliki indeks glikemik rendah, sehingga aman dikonsumsi penderita diabetes serta mendukung pola hidup bersih dan sehat.
Ony mengatakan langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong hilirisasi produk pertanian di daerah. Ia berharap ke depan Tuban tidak hanya menjadi daerah penghasil bahan mentah, tetapi juga mampu mengembangkan industri olahan berbasis sorgum.
“Kalau ini berhasil, kita bisa dorong pengembangan industri tepung sorgum, beras sorgum, hingga produk olahan lainnya. Ini akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” pungkas legislator dari Dapil Bojonegoro-Tuban ini.
Saat ini, pengembangan sorgum di Jawa Timur juga mulai mendapat perhatian serius, dengan sejumlah daerah seperti Jombang, Lamongan, dan Pasuruan telah mengembangkan berbagai produk turunan mulai dari gula cair, tepung hingga pakan ternak.
Apa yang dilakukan di Tuban ini, diharapkan komoditas sorgum dapat menjadi salah satu solusi strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah. (pun)
