GRESIK,SabdaNews.com– Ketua takmir Masjid At Taqwa Giri Muhammadiyah Cabang Kebomas Gresik H. Agus Wahyudi bertindak sebagai khotib, sedangkan sholat gerhana bulan (khusuf) Selasa (3/3/2026) di Masjid At Taqwa Giri diimami oleh Ari Suhadak. Di awal khutbahnya, Agus mengisahkan peristiwa kematian putra Rosulullah Saw – Ibrahim dari pernikahannya dengan Mariyah Al-Qibthiyyah yang berasal dari Mesir- dikaitkan oleh masyarakat Madinah dengan terjadinya gerhana matahari waktu itu.
Kemudian Rasulullah SAW mengajak sahabat-sahabatnya sholat kusut. Beliaupun mematahkan mitos tersebut dengan bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka sholat dan berdoalah kalian kepada Allah.” (HR Al-Bukhari)
Agus kemudian menyampaikan di masa Rasulullah SAW setidaknya terjadi 8 kali gerhana baik gerhanan matahari maupun gerhana bulan. Rinciannya tiga kali gerhana matahari dan lima kali gerhana bulan, sehingga total ada 8 peristiwa gerhana. Tetapi kalau merujuk riwayat lainnya , Nabi Saw sekali melakukan sholat gerhana matahari (sholat kusuf) dan sekali sholat gerhana bulan (sholat khusuf).
Kemudian Pria asli Kawisanyar Kebomas ini mengutip surah Ar-Rad ayat 2, “Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu’.
Gerhana bulan menurut lulusan Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo ini adalah fenomena alam yang menjadi bagian dari siklus kehidupan. Khusuf merupakan peristiwa di mana cahaya bulan menghilang baik sebagian ataupun total pada malam hari, karena terhalang oleh bayangan bumi, serta dikarenakan posisi bulan yang berada di balik bumi dan matahari.
Agus mengatakan hukum shalat gerhana bulan maupun matahari adalah Sunnah Muakkadah. Allah berfirman, dalam surat al-Fusshilat (37): “Dan dari sebagian tanda-tanda-Nya adalah adanya malam dan siang, serta adanya matahari dan bulan. Janganlah kamu sujud kepada matahari atau bulan, tetapi sujudlah kepada Allah yang menciptakan keduanya. (Kontributor Mahfudz Efendi/Red)
