Pengunjung membludak memadati Pasar Panganan Giri Biyen ( foto : Mahfudz Efendi/ SabdaNews.)
SabdaNews.com- Suasana pasar rakyat terasa kental, hangat, dan akrab serasa kembali dibangkitkan , memori di masa lampau seakan kembali terbuka. Tak hanya itu, tatanan dan penjualnya, Pasar Giri Biyen yang menghadirkan suasana seolah seperti dimasa lampau. Tak ada transaksi menggunakan uang kertas. Pengunjung terlebih dahulu menukar rupiah dengan koin logam atau uang gobog, sehingga proses jual beli terasa seperti ritual masa silam.
Hal itu tercermin dalam Pasar Panganan Giri Biyen jilid 2 yang kembali digelar Ahad 18/1/2026 di kampung Kajen Desa Giri Kebomas Gresik Jawa Timur. Dalam hitungan hanya dua jam, makanan, minuman dan jajanan Pasar Panganan Giri Biyen ludes diserbu pengunjung. Makanan dan minuman manis-legit, tekstur lembut, serta kesederhanaannya menghadirkan ruang jeda di tengah kehidupan yang serba cepat, seakan waktu lampau berputar kembali. Hal itu dibuktikan dengan antusiasnya masyarakat Gresik untuk memenuhi jalanan tempat acara.
Berlangsung di tempat yang sama seperti penyelenggaraan sebulan lalu, yaitu di Kampung Kajen, Desa Giri, Kecamatan Kebomas. Bedanya pada event kedua ini, jangkauan diperluas hingga jalanan sekitarnya, tepatnya di RT 14 dan RT 15 Desa Giri. Dan menghadirkan beragam kuliner khas Giri yang mulai jarang ditemui lebih banyak varian maupun jumlahnya.
Beberapa menu yang mulai langkah turut dihadirkan diantaranya kategori jajanan antara lain : Awuk-Awuk Sagu, Bantol, Blendung, Emput, Gelali Kemplong, Gemblong Tape, Gembos, Getuk Lindri, Gulung-Gulung, Horok-Horok, Iwel-Iwel, Jambuan, Jemblem, Jongkong, Ketan Lamaran, Ketan Salak, Kedawung, Kowi, Kucur, Kulpang, Kupat Keteg, Kuro-Kuro, Masin, Nogosari, Onde-Onde, Permen Jahe, Pindang Puhung, Pleret, Puhung Kulit, Puntir, Sogoh, Saerah, Saplak, Serawut, Serebeh, Sumpil, Tetel, Tiwul, dan Tongkol Jagung.

Pedagang penjual panganan Giri Biyen
Pada kategori makanan antara lain : Bongko Brubi, Bongko Iwak, Bongko Kemanten, Botok Alur, Botok Urang Tahu, Brengkesan Pindang, Brengkesan Tahu, Tempe, Bubur Asyuro, Bubur Dempul, Gule Obos, Lontong Roomo, Lontong Sayur, Otak-Otak, Sego Bukhori, Sego Dodo Pyok, Sego Kuning, dan Sego Pecel.
Dan di kategori minuman terdapat Es Bubur Gempol, Es Campur, Es Cao, Es Dawet, Es Gudir, Es Lilin, Es Luwo, Es Serbat, Es Serut, Es Sinom, Es Trancam, Es Temulawak, dan Wedang Pokak. Pasar Panganan Giri Biyen Jilid 2 ini berupaya menciptakan atmosfer yang seolah menarik waktu kembali ke masa lampau, menghidupkan kembali kenangan lewat kuliner tempo dulu. Mulai dari jenis sajian, cara berdagang, tatanan lapak, hingga sistem transaksi menggunakan uang jadul, semuanya dikemas bernuansa klasik. Warga dapat menelusuri lapak-lapak sederhana yang beralas tanah liat dan anyaman bambu.
Tanggapan pengunjung even ini cukup beragam. Keisha misalnya, pengunjung asal GKB ini an Farah mengungkapkan Pasar Panganan Giri Biyen memberikan kesan yang unik dan menarik, “karena menyajikan suasana pasar tradisional. Aneka jajanan khas, penggunaan alat tukar tradisional, dan masih banyak lain” Ujarnya. Farah, pengunjung asal Randuagung ini menilai even ini sangat bagus, karena sekarang jarang dijumpai adanya bazar/event yang berisi makanan-makanan jadul.
Kepala Desa Giri Khusnul Falakh, S.E. mengapresiasi antusias warga atas kegiatan tersebut dan berharap ada nilai ekonomi warganya, ” semoga para pelaku UMKM bisa semakin mengembangkan usahanya tidak hanya dalam momen pasar jajanan ini saja”ungkap Kades yang menjabat pada periode kedua ini. Ia menyebut Ide pasar jajanan tersebut searah dengan rencana pengembangan Wisata Giri Kuno (WGK) sebagai tujuan utama wisata, namun belum sempat direalisasikan oleh pengelola. Ide itu direspon oleh ketua Tim Penggerak PKK RT 15 yang menjadi inisiator pasar Panganan ini dan didukung masyarakat RT se-RW Kajen Giri dan tentunya Giri Mbois ini. “Harapan kami ke depan ada komunikasi dan koordinasi yang lebih intens untuk menjadikan pasar jajanan bisa lebih bermanfaat bagi warga desa Giri, khususnya dan sarana edukasi dan hiburan masyarakat Gresik umumnya” Paparnya. ( Kontributor Mahfudz Efendi/lim/Red)
