Home PEREKONOMIANFreeport Bekali Warga Gresik dengan Keterampilan dan Sertifikasi Industri

Freeport Bekali Warga Gresik dengan Keterampilan dan Sertifikasi Industri

by sabda news

GRESIK, SabdaNews.com — Lebih dari 700 warga di sekitar area operasional Smelter PT Freeport    Indonesia (PTFI) kini telah berbekal keterampilan dan sertifikasi industri berstandar nasional   melalui program Pelatihan Berbasis Kompetensi.  “Pelatihan ini merupakan langkah PTFI dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya  manusia di sekitar wilayah operasional. Tujuannya untuk menghasikkan tenaga kerja yang  kompeten dan tersertifikasi agar siap bersaing di tengah pesatnya pertumbuhan industri,  sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Vice President External  Affairs Smelter PTFI Erika Silva, Selasa (6/1/2016)

Sertifikasi, lanjutnya, menjadi modal penting agar masyarakat memiliki daya saing dan peluang   lebih besar untuk masuk ke sektor industri. Saat ini PTFI membuka delapan jenis pelatihan yang   sedang berjalan pada periode November 2025 hingga Januari 2026, melibatkan 160 peserta.  Jenis pelatihan tersebut mencakup listrik industri berbasis PLC, operator scaffolding, ahli K3  umum, rigger, teknisi K3 listrik, operator crane, operator CNC milling, hingga operator forklift.  “Seluruh program pelatihan disusun mengacu pada standar Kementerian Ketenagakerjaan RI,  sebagai kelanjutan dari upaya pengembangan sumber daya manusia di Gresik,” katanya.

Selain pelatihan teknis, peserta juga dibekali soft skill serta pemahaman keselamatan dan  kesehatan kerja (K3) guna memenuhi kebutuhan dan standar industri yang semakin ketat. Dalam  pelaksanaannya, PTFI bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik dan Rumah  Vokasi untuk memastikan keberlanjutan program, termasuk membuka akses penempatan kerja  bagi lulusan pelatihan.

Salah satu peserta, Taufik Rohman dari Desa Bedanten, menilai program ini memberikan manfaat nyata. “Pelatihan ini menambah ilmu dan keterampilan kami. Dengan banyaknya industri  di Gresik, program seperti ini sangat dibutuhkan agar masyarakat bisa bersaing dan membantu   mengurangi pengangguran,” kata Taufik.

Hal serupa disampaikan Hapsari, peserta pelatihan lainnya. “Banyak ilmu yang saya dapat,  apalagi perusahaan sekarang banyak yang mensyaratkan sertifikasi. Pelatihan ini sangat  berguna karena memberikan pemahaman di bidang-bidang yang relevan dengan industri. Harapan saya, semoga bisa diterima di perusahaan yang sesuai dengan keahlian saya,” kata  Hapsari.

Upaya ini sejalan dengan visi PTFI untuk mendukung ekosistem ketenagakerjaan yang kondusif  di Gresik. “Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalammeningkatkan daya saing tenaga kerja. PTFI akan terus mendukung pengembangan SDM di  Gresik agar mampu berkontribusi optimal bagi pertumbuhan industri”, kata Erika. (lim/Red)

You may also like

Leave a Comment