Home KESRABanjir Luapan Kali Lamong Kian Meluas, Nurul Hayat Kirim Bahan Kebutuhan Pokok untuk Dapur Umum

Banjir Luapan Kali Lamong Kian Meluas, Nurul Hayat Kirim Bahan Kebutuhan Pokok untuk Dapur Umum

by sabda news

GRESIK ,SabdaNews.com- Hari ini banjir makin tinggi dan meluas. Siklus tahunan bencana hidrometeorologi kembali menghantui warga di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Lamong. Sejak Minggu hingga Senin malam (21–22/12/2025), luapan air kiriman dari hulu melumpuhkan aktivitas di wilayah Gresik Selatan, merendam ratusan hektare sawah, serta menenggelamkan ribuan rumah warga. Peningkatan debit air yang drastis memaksa warga di Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, hingga Cerme berjibaku menyelamatkan harta benda di tengah kepanikan yang menyergap sejak pagi buta.

Tanpa pikir panjang, Sahabat Sejuk Nurul Hayat (NH) Gresik langsung melakukan aksi kemanusiaan dengan mensupport bahan kebutuhan untuk dapur umum.  “Hari ini banjir makin tinggi dan meluas. Sahabat Sejuk Nurul Hayat langsung melakukan giat bersama menyiapkan makan siang bagi warga terdampak banjir di Dusun Ngablak, Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng,” ungkap Kepala Cabang NH Gresik, Sholikhul Amin, Selasa (23/12/2025).

Kalaksa BPBD Gresik, Sukardi, menyampaikan bahwa sejumlah desa di Kecamatan Balongpanggang dan Kecamatan Benjeng terdampak cukup signifikan.  “Di Kecamatan Balongpanggang, banjir melanda enam desa. Di Desa Dapet, dua rumah warga dan sekitar 10 hektare sawah terendam. Desa Sekarputih mengalami genangan jalan lingkungan setinggi 10–30 sentimeter dan merendam sekitar 20 rumah dengan ketinggian air 5–10 sentimeter, serta persawahan seluas 10 hektare,” jelasnya.

Sementara itu, Desa Wotansari terdampak genangan jalan poros desa dan jalan lingkungan setinggi 10–30 sentimeter, sekitar 30 rumah terendam, serta persawahan seluas 15 hektare. Di Desa Karang Semanding, genangan mencapai 10–40 sentimeter di jalan poros desa dan merendam persawahan sekitar 15 hektare.Desa Banjar Agung dan Desa Pucung juga terdampak, dengan genangan di jalan lingkungan serta rumah warga dan sawah hingga belasan hektare.

Sedangkan di Kecamatan Benjeng, enam desa dilaporkan terdampak lebih luas. Desa Lundo mengalami genangan jalan lingkungan dan lima rumah warga terendam.  “Desa Sedapur Klagen tercatat sebagai wilayah terdampak cukup parah dengan sekitar 100 rumah terendam, persawahan seluas 50 hektare tergenang, serta fasilitas umum berupa Balai Desa dan SDN ikut terdampak,” bebernya.

Di Desa Delik Sumber, genangan merendam jalan poros desa, jalan lingkungan, serta fasilitas umum berupa SDN dan masjid. Desa Kedung Rukem mengalami genangan hingga 70 sentimeter di jalan poros desa, merendam sekitar 250 rumah, fasilitas ibadah, dan persawahan seluas 45 hektare.

Sementara itu, Desa Munggugianti dan Desa Bulurejo juga mengalami genangan yang merendam ratusan rumah warga, persawahan hingga 50 hektare, serta fasilitas umum seperti masjid, TPQ, pasar, Koramil, dan Kantor Kecamatan Benjeng.

Hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut. Petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Gresik bersama kecamatan, pemerintah desa, BBWS, TRC Desa, dan warga setempat terus melakukan pemantauan dan assessment di lokasi terdampak.”Monitoring tinggi muka air (TMA) Kali Lamong juga terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan debit susulan,” pungkasnya.  Kondisi cuaca di wilayah terdampak terpantau berawan dengan hujan ringan, sehingga masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan meluasnya genangan.

Sementara Kasi Trantib Kecamatan Balongpanggang, Nur Sehat, melaporkan bahwa sejumlah desa seperti Desa Dapet, Sekarputih, Wotansari, hingga Pucung mengalami dampak serius. Jalan poros desa terendam hingga ketinggian 40 sentimeter, mengakibatkan mobilitas warga lumpuh total.

Kondisi lebih memprihatinkan terpantau di Kecamatan Benjeng. Camat Benjeng, Nurul Fuad, mengonfirmasi bahwa luapan air meluas ke Desa Lundo, Sedapur Klagen, Delik Sumber, hingga Sirnoboyo dengan ketinggian air mencapai 100 sentimeter (1 meter). “Dusun Ngablak di Desa Kedung Rukem menjadi salah satu titik terparah dengan 732 rumah terendam. Fasilitas umum seperti masjid, sekolah, hingga area pemakaman tak luput dari genangan,” tandas Nurul Fuad. (lim/Red)

You may also like

Leave a Comment