Home PEMBANGUNANGus Athoillah; Kesejahteràan Guru Madin dan Pelaku UMKM Mojokerto Masih Memprihatinkan

Gus Athoillah; Kesejahteràan Guru Madin dan Pelaku UMKM Mojokerto Masih Memprihatinkan

by sabda news

MOJOKERTO.SabdaNews.com – Anggota DPRD Jatim dari Fraksi PKB, Ahmad Athoillah menggelar reses III tahun 2025 di Desa Gayaman, Mojoanyar dan Alun-Alun Ngoro, Sedati, Mojokerto, Sabtu (22/11/2025). Agenda rutin empat bulanan bagi legislator itu dilakukan dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat yang ada di daerah pemilihan untuk diperjuangkan di provinsi Jatim.

Di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Gus Athoillah sapaan akrabnya menemui para guru madrasah diniyah (Madin) yang mengeluhkan berbagai problematika seputar pendidikan dan kesejahteraan guru madin.

Nasikah, salah satu guru madin meminta perhatian Pemprov Jatim terkait peningkatan tunjangan guru TPQ dan Madin yang selama ini menjadi tiang pendidikan keagamaan di desa.

“Kalau bisa tunjangan guru TPQ dan madin ditingkatkan karena sangat membantu sekali,” harap perempuan berkerudung.

Sementara itu, Suwandono menekankan pentingnya jaminan kesehatan bagi buruh pabrik yang terus bertambah jumlahnya di Mojokerto.

Kemdian Ayu Septa pelaku UMKM meminta dukungan berupa pelatihan digital marketing agar produk lokal mampu bersaing di pasar digital. Dan Khusnul Khotimah mempertanyakan kejelasan pengangkatan guru honorer SMA menjadi PPPK.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gus Atho’ memastikan seluruh aspirasi akan diperjuangkan dalam pembahasan kebijakan daerah.

“Aspirasi masyarakat adalah amanah. Tunjangan guru ngaji, kesehatan buruh, pemberdayaan UMKM, hingga pengangkatan guru PPPK akan kami kawal sampai tuntas,” tegas politikus asal Jombang.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Ahmad Luthfi Ramadhani, Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Mojokerto, sebagai bentuk sinergi antara wakil rakyat provinsi dan kabupaten.

Berikutnya saat reses di Alun Ngoro, Desa Sedati. Warga kembali menyampaikan sejumlah aspirasi strategis, salah satunya terkait pemberdayaan ekonomi keluarga.

Farida pelaku UMKM mengusulkan adanya pelatihan bagi ibu rumah tangga agar mereka dapat berkontribusi pada perekonomian keluarga.

Senada, Sumiati meminta kebijakan pelarangan penggunaan sepeda motor oleh anak di bawah umur supaya dipertegas, demi menekan angka kecelakaan yang sering melibatkan pelajar.

Aspirasi paling strategis datang dari Khoirul yang mengusulkan perubahan status Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di Sedati menjadi kawasan industri. Alasannya, lahan tersebut sudah tidak produktif untuk pertanian.

Menanggapi usulan ini, Gus Atho’ menekankan perlunya proses analisis yang matang.

“Perubahan peruntukan LSD itu bukan hal sederhana. Menyangkut regulasi daerah dan nasional. Tapi aspirasi ini tetap akan kami perjuangkan sesuai kewenangan kami di Komisi C dan Bapemperda,” tegas Gus Atho’.

Turut pula hadir dalam reses di Ngoro, Eko Sutrisno, Anggota FPKB DPRD Kabupaten Mojokerto Dapil 1, serta Kepala Desa Sedati. Kehadiran dua figur tersebut memperkuat sinergi legislatif dalam menyerap dan menindaklanjuti aspirasi warga.

Di hadapan peserta, Gus Atho’ menegaskan kembali bahwa pertemuan seperti ini akan terus dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat.Konsistensi Gus Atho’ dengan turun langsung ke akar persoalan masyarakat Mojokerto semakin menguatkan posisinya sebagai wakil rakyat yang selalu mengedepankan dialog terbuka.

Dengan pendekatan yang santai namun tegas, ia memastikan bahwa setiap suara—baik dari guru ngaji, ibu rumah tangga, pekerja industri, hingga pelaku UMKM akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam proses penyusunan kebijakan di provinsi Jatim.

“Politik itu kerja nyata. Mendengar, mencatat, dan memperjuangkan,” pungkas pria murah senyum ini. (pun)

You may also like

Leave a Comment