Home PEMERINTAHANNursilah Resmi Dikukuhkan Lagi, Warga Panjunan Sambut Optimisme Pembangunan Desa”

Nursilah Resmi Dikukuhkan Lagi, Warga Panjunan Sambut Optimisme Pembangunan Desa”

by sabda news
GRESIK, SabdaNews.com – Senyum bahagia terpancar dari wajah Nursilah, salah satu kepala desa perempuan di Kabupaten Gresik, saat kembali dilantik memimpin Desa Panjunan, Kecamatan Duduksampeyan, Senin (25/8/2025). Pengukuhan ini dilakukan berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 100.3/4179/SJ tentang Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa, yang memberikan kesempatan bagi kepala desa purna tugas untuk kembali melanjutkan kepemimpinannya.
Bertempat di Kantor Bupati Gresik, prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Asluchul Alif, serta jajaran Forkopimda dan Muspika. Total ada 14 kepala desa yang dikukuhkan kembali, termasuk Nursilah yang dikenal luas oleh warganya sebagai sosok pemimpin sederhana namun berprestasi.
Desa Panjunan sudah lama dikenal sebagai sentra penghasil keranjang ikan bambu atau “dobong”, produk khas yang menopang ekonomi warga setempat. Di tangan Nursilah, potensi ini semakin berkembang. Ia tidak hanya memperjuangkan keberlangsungan usaha tradisional tersebut, tetapi juga mendorong perbaikan infrastruktur desa agar distribusi hasil produksi lebih lancar.  “Alhamdulillah, saya bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, Kepala Dinas PMD, serta seluruh masyarakat Panjunan yang telah mendukung saya. Dengan diangkatnya kembali menjadi kepala desa, saya berharap bisa membawa Desa Panjunan lebih maju lagi, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun peningkatan ekonomi masyarakat,” tutur Nursilah usai prosesi pelantikan.
Dalam sambutannya, Gus Yani sapaan akrab Bupati menegaskan pentingnya peran kepala desa dalam menyambut kebijakan nasional, termasuk program Koperasi Merah Putih (KMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mendorong setiap kepala desa agar mampu beradaptasi dan memastikan masyarakat desa merasakan manfaat nyata pembangunan. “Kepala desa harus mampu menjaga kondusivitas dan menata permasalahan desa dengan baik. Saya ingin desa menjadi fondasi kuat pembangunan ekonomi kerakyatan,” tegas Gus Yani.
Bagi masyarakat Panjunan, kembalinya Nursilah ke kursi kepala desa bukan sekadar formalitas. Warga melihat sosoknya sebagai motor penggerak perubahan, terutama karena keberhasilannya mengoptimalkan potensi lokal seperti dobong sekaligus memperbaiki jalan, drainase, dan sarana umum desa.
Dengan masa jabatan tambahan berdasarkan kebijakan baru Mendagri, Nursilah bertekad melanjutkan pengabdiannya. Ia menargetkan agar desa yang dipimpinnya tidak hanya dikenal sebagai produsen dobong, tetapi juga sebagai desa dengan ekonomi warga yang lebih kuat dan infrastruktur yang lebih layak. “InsyaAllah saya akan terus berjuang untuk Panjunan. Mari kita bangun bersama desa ini agar lebih baik ke depan, demi kesejahteraan seluruh warga,” ujarnya penuh semangat.(gus/Red)

You may also like

Leave a Comment