Home POLITIKSri Wahyuni; Panggung Politik Itu Bagian Dari Takdir

Sri Wahyuni; Panggung Politik Itu Bagian Dari Takdir

by Redaksi
logo Sabdanews oke

SabdaNews.com – Kalau sudah ditakdirkan Allah menjadi seorang pemimpin, maka tak seorang pun dapat menolak atau menghalangi kehendak Yang Maha Kuasa tersebut.

Ungkapan tersebut layak untuk menggambarkan perjalanan sosok Sri Wahyuni, S.Kep anggota DPRD Jatim asal Dapil Bojonegoro-Tuban dari Partai Demokrat yang diusulkan menjadi calon wakil ketua DPRD Jatim periode 2024-2029.

Ibu tiga orang anak ini terbilang cukup fenomenal untuk ukuran seorang politikus yang baru terjun ke kancah politik praktis. Sebab baru sekali ikut menjadi Caleg DPRD Jatim pada Pileg 14 Februari 2024, dan langsung terpilih.

Padahal latar belakang pekerjaan Sri Wahyuni adalah seorang perawat yang sudah mengabdi hampir 22 tahun di Rumah Sakit Aisyiah Muhammadiyah Bojonegoro.

“Alhamdulillah, baru sekali ikut menjadi caleg DPRD Jatim dari Partai Demokrat ternyata terpilih (jadi). Mudah-mudahan dapat mengemban amanah dari rakyat dengan baik,” harap perempuan berjilbab saat dikonfirmasi Rabu (2/10/2024).

Darah politik cukup kuat di keluarga Sri Wahyuni lantaran kedua kakaknya sudah lebih dulu malang melintang di dunia politik. Bahkan hingga saat ini kedua saudaranya tercatat sebagai anggota DPRD Bojonegoro dari Partai Demokrat.

“Saya yang mendorong adik saya Sri Wahyuni mau menjadi caleg DPRD Jatim dari Partai Demokrat. Alhamdulillah berkat kerja keras akhirnya jadi,” kata Syukur kakak tertua dari tiga bersaudara saat mendampingi Sri Wahyuni.

Ia juga tidak menyangka, jika Sri Wahyuni dipercaya Partai Demokrat menjadi salah satu pimpinan di DPRD Jatim.

“Itu sudah garis tangannya, sebagai kakak tentu saya percaya Sri Wahyuni mampu menjalankan amanah tersebut karena dia orang yang mau dan cepat belajar,” ungkap pria yang juga ketua DPC Partai Demokrat Bojonegoro ini.

Sri Wahyuni sendiri mengaku masih perlu banyak belajar pada para senior karena panggung politik praktis baginya adalah baru. Namun dengan niat dan tekad yang kuat, dia ingin memperjuangkan kesejahteraan masyarakat melalui jalur parlemen.

Berkaca pada pengalaman menjadi perawat, lanjut Sri Wahyuni, pelayanan kesehatan bagi masyarakat maupun sistem jaminan sosial belum merata dan memadai. Bahkan sistem rujukan rumah sakit masih banyak dikeluhkan masyarakat karena terlalu ribet danantri yang terlalu panjang.

Dia ingin memastikan sistem rujukan berjalan lebih efisien, mengatasi antrean pasien di rumah sakit, dan memberikan perhatian lebih pada pelayanan kesehatan di daerah terpencil.

“Ini bukan hanya simbol dedikasi, tetapi juga bukti bahwa seorang perawat dari desa bisa membawa perubahan besar bagi masyarakat luas. Dari ruang perawatan hingga ruang sidang DPRD provinsi. Dengan niat tulus dan kerja keras, insyaAllah akan dimudahkan Allah,” ujar Yuni sapaan akrabnya. (pun)

 

You may also like

Leave a Comment