SabdaNews.com – Pertamina diminta mengusut tuntas penyebab kebakaran lahan Grass Root Refinery (GRR) Pertamina di Tuban, dengan melibatkan instansi terkait dan mempublikasikan hasilnya secara transparan kepada masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan anggota Fraksi PKB DPRD Jatim dari daerah pemilihan (Dapil) Tuban-Bojonegoro Nur Azis, menyikapi kebakaran lahan area rencana pembangunan kilang minyak Grass Root Refinery (GRR) di Kabupaten Tuban, yang terjadi pada Selasa (5/9/2033) dini hari.
“Keterlibatan pihak luar untuk ikut serta dalam pengusutan ini penting untuk mengetahui hasil yang akurat dan valid penyebab kebakaran sekaligus menjaga independensi,” pinta Nur saat dikonfirmasi di kantor DPRD Jatim, Rabu (7/9/2023).
“Hal ini penting dilakukan agar ke depan tidak menimbulkan traumatik warga ketika kilang minyak Pertamina ini beroperasi dan ada kejadian serupa,” imbuhnya.
Politikus asli Rengel Tuban itu mengatakan kebakaran yang terjadi kemarin juga mengindikasikan pihak Pertamina kurang melakukan upaya pemadaman secara maksimal.
“Diharapkan kedepan kasus seperti ini supaya tidak terulang dan dapat diantisipasi lebih dini dengan penanggulangan yang cepat dan tak meluas,” ungkap bacaleg DPR RI dari PKB.
Hal ini penting dilakukan agar masyarakat sekitar bisa merasa nyaman, aman dan tidak menimbulkan keresahan atau pun trauma di kemudian hari saat pabrik ini beroperasi secara penuh.
Seperti di ketahui lahan kilang minyak Grass Root Refinery (GRR) yang berada di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban terbakar. Dengan angin kencang dan padang rumput kering, dalam sekejap melahap ratusan hektar lahan kosong tersebut.
Dampak kejadian ini pula, kayu jati hasil tebangan saat pembebasan lahan senilai tujuh puluh lima milyar juga hangus terbakar bersama rerumputan kering dan ilalang di lahan kosong bekas hutan jati tersebut. (pun)
