SabdaNews.com – Pansus DPRD Jawa Timur tentanng Raperda LKPJ Gubernur tahun 2022 mulai menyoroti sejumlah OPD dalam menjalan roda organisasinya demi kepentingan publik. Salah satunya kinerja BRIDA (Badan Riset dan Inovasi Daerah) milik Pemprov Jawa Timur.
OPD tersebut dinilai masih kurang maksimal dalam menciptakan sebuah inovasi dalam membuat terobosan untuk mensejahterakan rakyat. Anggota Pansus LKPJ Gubernur DPRD Jatim Mayjen TNI (Purn) Istu Hari Subagyo mengatakan seharusnya keberadaan BRIDA harus bisa menciptakan sebuah inovasi untuk penyelesaian yang menjadi permasalahan di masyarakat.
“Saya mengambil contoh saat ini adalah soal kelangkaan pupuk di Jatim. Saat turun ke lapangan atau melakukan penyapaan kepada masyarakat, selalu dikeluhkan kelangkaan pupuk. Harusnya BRIDA hadir disana untuk memberikan solusi bagaimana masalah tersebut terselesaikan. Misalnya menciptakan inovasi pupuk pengganti yang bisa dimanfaatkan petani,” kata mantan Pangdam Bukit Barisan ini, Rabu (5/4/2023).
Pria kelahiran Kertosono Kabupaten Nganjuk ini berharap ke depan BRIDA lebih tanggap dalam menghadapi masalah kebutuhan masyarakat.
“Tolonglah buat riset jika dijumpai masalah di masyarakat dan berusaha mencari solusinya agar masalah itu terpecahkan. Itu adalah tugas utama yang harus dipikirkan oleh BRIDA Jatim. Bisa saja menjalin kerjasama dengan pihak -pihak lain yang tentunya bisa mensejahterakan rakyat,” harap mantan Gubernur Akmil ini.
Pria kelahiran 1958 ini menambahkan jika ke depan BRIDA Jatim memiliki inovasi secara maksimal dan pandai menangkap permasalahan masyarakat, serta diharapkan hasil inovasinya bisa menghasilkan pundi-pundi PAD bagi APBD Jatim.
“Banyak kok permasalahan di masyarakat yang membutuhkan riset dan inovasi yang bisa menguntungkan. Ini yang harus ditangkap BRIDA Jatim,” pungkas politikus Partai Golkar.(pun)
