Home PEMERINTAHANWagub Emil: Anggaran 2027 Harus Optimal Tapi Tak Bebani Rakyat, Kekeringan Jatim Ditangani 3 Solusi

Wagub Emil: Anggaran 2027 Harus Optimal Tapi Tak Bebani Rakyat, Kekeringan Jatim Ditangani 3 Solusi

by sabda news

SabdaNews.com  – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan optimalisasi penerimaan daerah pada tahun anggaran 2027 tetap memperhatikan kemampuan masyarakat. Sektor pendidikan dan kesehatan juga tetap jadi prioritas anggaran.

“Kita bisa mengoptimalkan penerimaan, tentunya dengan tetap menjaga agar sumber-sumber penerimaan kita tidak menjadi beban yang berlebih bagi masyarakat,” kata Emil usai mengikuti rapat paripurna laporan Banggar DPRD Jatim terhadap Raperda tentang APBD Jatim 2027, Senin (21/9/2026).

Ia juga menyebut ada pencadangan anggaran wajib untuk pelaksanaan pemilu gubernur dan wakil gubernur setiap lima tahun.

“Ini mandatory, bukan diskresioner. Harus dilaksanakan,” tegas mantan Bupati Trenggalek ini.

Soal ancaman kekeringan yang mulai melanda sebagian besar daerah di Jatim, Wagub Emil mengatakan Pemprov sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan seluruh Kepala Dinas Pertanian untuk memetakan titik rawan.

Ada tiga solusi yang disiapkan, yakni Pompanisasi  untuk daerah dekat sumber air permukaan. Sumur bor untuk daerah berpotensi air tanah. Dan pemipaan untuk distribusi air ke wilayah terdampak.

“Distribusi pompa sudah dilakukan, sebagian besar sudah berada di Jawa Timur sejak sebelum musim kering ini,” ungkap Emil Dardak.

Sementara menyangkut anggaran tak terduga untuk petani, Emil menyebut Pemprov Jatim telah menyiapkan Biaya Tidak Terduga (BTT) untuk membantu petani gagal panen, minimal berupa bantuan bibit untuk musim tanam berikutnya.

“Kalau ada kebutuhan tertentu yang harus didukung, kita bahu-membahu dengan pemerintah pusat dan bupati/wali kota,” katanya.

Untuk mengatasi kemarau panjang, kata Emil Pemprov bersama BNPB dan BMKG juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Dari beberapa kali percobaan dalam sepekan terakhir, baru satu kali yang berhasil mendatangkan hujan, di wilayah Malang Raya hingga Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek.

“Ini menjadi oase, tapi belum cukup. Jawa Timur jadi titik prioritas BNPB-BMKG karena kita lumbung pangan nasional,” jelasnya.

Ia menegaskan OMC tak akan dipaksakan berulang dalam waktu berdekatan demi menghindari risiko.

“Kita terus amati potensi ketersediaan awannya,” pungkasnya. (pun)

You may also like

Leave a Comment