Awasi Kantong PMI Di Jatim Agar Tak Jadi Pusat Penyebaran Covid Varian MU

0
92

SabdaNews.com – Kekhawatiran masyarakat atas varian baru Covid yaitu MU perlu disiskapi dengan tegas oleh Pemprov Jatim. Salah satunya dengan melakukan pengawasan ekstra untuk kantong kantong PMI ( Pekerja Migran Indonesia) yang ada di Jatim.

Wakil Ketua DPRD Jatim Ahmad Iskandar mengaku khawatir jika varian MU masuk ke Jatim hingga menimbulkan gelombang ketiga sebaran Covid-19 di Jatim.

“Kita mungkin tidak bisa mendeteksi di pintu-pintu masuk ke Jatim namun dengan melakukan pengawasan ekstra di kantong kantong PMI ini maka itu diharapkan bisa diantisipasi,” kata Iskandar, Rabu (22/9/2021).

Politikus Partai Demokrat ini mengingatkan bahwa masyarkat harus berhati-hati, karena varian MU ini tetap berbahaya sekali sehingga perlu diwaspadai terutama di pintu masuk ke Jatim.

Yang lebih speciifik, kata Iskandar adalah daerah daerah kantong PMI harus dijaga betul agar tidak kecolongan.

“Perlu diberi peringatan, warning yang luar biasa untuk ditaati. Sebab ketika disana lalai maka varian baru ini bisa masuk dan menyebar justru dari desa, lalu menyebar ke kota, bukan dari kota menyebar ke kota,” dalihnya.

Ia berharap Satgas Covid-19 bekerja keras dengan memberi perhatian lebih untuk kantong-kantong PMI ini, Ahmad Iskandar mengatakan maka Satgas harus tahu betul dimana kantong kantong PMI tersebut termasuk data PMI yang masuk ke Jatim.

“Pendekatan-pendekatan ke aparat-aparat daerah bahkan sampi ke tingkat kecamatan atau desa harus diakukan. Sebab kalau kita lalai maka yaitu tadi bisa jadi desa menjadi sumber awal penularaan varian MU ini ke kota, bukan dari kota desa.” tandasnya sembari berharap agar vaksinasi bisa segera mencapai 85 persen agar bisa membentuk Herd Immunity sesuai target.

Berikutnya, kata Ahmad Iskandar masyarakat perlu berhati-hati dengan tamu dari luar negri yang masuk ke Jatim baik itu dalam urusan bisnis maupun berwisata.

“Untuk tamu dari luar ya memang harus diwaspadai juga. Namun tidak berarti lantas menjadikan kita terisolir, tapi kehati hatian yang wajar,” harap politikus asal Sumenep.

Sementara itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu lalu menyatakan bahwa Pemprov semakin memperketat karantina untuk pekerja migran yang baru tiba dari 5 hari sekarang menjadi 8 hari karantina.

“Mereka yang tidak bergejala masuk Indrapura, kalau mereka bergejala ringan sampai sedang mereka di rumah sakit, nah mengenai karantina dulu lima hari sekarang delapan hari,” pungkas Khofifah. (tis)

Leave a reply