Percepat PEN, Kemendag Minta Pelaku Usaha Maksimalkan Manfaat Perjanjian IE-CEPA

0
145

CIREBON.SabdaNews.com – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga meminta pelaku usaha segera memaksimalkan manfaat perjanjian Indonesia – The European Free Trade Association (EFTA) Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Saat ini, Indonesia dan negara anggota EFTA telah menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian IE-CEPA dan akan segera diimplementasikan.

Hal ini disampaikan Wamendag Jerry saat membuka sosialisasi hasil perundingan IE-CEPA yang
digelar secara hibrida di Cirebon, Jawa Barat, pada hari ini, Kamis (16/9) kemarin. Hadir pada kegiatan ini Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron, Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional Arlinda, Ketua Tim Perunding Indonesia untuk IE-CEPA Soemadi Brotodiningrat, Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih, serta Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Cirebon Dadang Suhendra.

“Pemerintah saat ini sedang mengakselerasi penyelesaian peraturan pelaksana untuk
mengimplementasikan Persetujuan IE-CEPA. Implementasi IE-CEPA diharapkan dapat membantu
pemulihan ekonomi Indonesia dari dampak pandemi,” terang Wamendag.

Wamendag mengungkapkan, pandemi Covid-19 memberikan dampak pada ekonomi global. Namun
demikian, perdagangan Indonesia tetap menunjukan optimismenya dengan catatan surplus sebesar USD 4,74 miliar pada Agustus 2021.

“Kondisi ini harus disyukuri bersama dan diharapkan dapat tingkatkan. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar neraca perdagangan mencatatkan surplus,” kata
Wamen Jerry.

Menurut Wamendag, pencapaian kinerja perdagangan Indonesia merupakan hasil kerja keras bersama Pemerintah Pusat dan Daerah. Termasuk Pemerintah Kabupaten Cirebon yang telah memberikan sumbangsih yang konkret dalam pengembangan ekspor.

“Penting bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha untuk mengetahui cara meningkatkan ekspor dengan menambah informasi mengenai pasar dan negara tujuan ekspor. Salah satunya melalui sosialisasi hasil perundingan seperti IE-CEPA,” terang Jerry.

Wamen Jerry juga mengajak masyarakat untuk bangga dengan produk Indonesia dengan membeli
dan menggunakan produk Indonesia. “Kebanggaan akan produk Indonesia harus dimulai dari diri
sendiri. Dengan memakai produk Indonesia dapat membantu meningkatkan ekonomi bangsa,” tutur Wamendag.

Sementara Herman Khaeron mengungkapkan Komisi VI DPR menyambut baik ketika pemerintah
mengajukan perjanjian dengan negara mitra, seperti IA-CEPA. “Perjanjian ini memiliki dampak yang luar biasa, di antaranya adalah menjadi pintu masuk komoditas Indonesia untuk masuk ke pasar Uni Eropa dan ini menjadi peluang bagi pelaku usaha dalam negeri,” ujarnya.

Senada Wahyu Tjiptaningsih menambahkan, Pemerintah Kabupaten Cirebon mendukung
penyelenggaraan sosialisasi perjanjian IE-CEPA kepada pelaku ekspor. “Kegiatan ini diharapkan
dapat meningkatkan pemahaman pelaku usaha dan masyarakat mengenai peluang dari hasil
perundingan perdagangan, khususnya IE-CEPA sehingga dapat mendorong kinerja ekspor
Kabupaten Cirebon,” pungkasnya.

Pada 2020, perdagangan Indonesia-EFTA tercatat sebesar USD 3,34 miliar. Pada periode tersebut,
ekspor Indonesia ke negara EFTA sebesar USD 2,45 miliar sedang impor Indonesia dari EFTA
sebesar USD 882,53 juta sehingga Indonesia surplus sebesar USD 1,57 miliar. Komoditas ekspor utama Indonesia ke negara EFTA adalah emas, perhiasan, serat optik, bulldozer
dan pipa. Sementara impor Indonesia dari EFTA antara lain bahan peledak, jam dan jam tangan,
ikan, serta vitamin. (pun)

Leave a reply