Bikin Sekolah Politik Di Rumah, Anwar Sadad Ingin Ikuti Jejak HOS Cokroaminoto

0
114

SabdaNews.com – Aktivitas keseharian Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad mengisi akhir pekannya di sela aktivitas dinas sebagai pimpinan DPRD Jatim cukup unik. Pasalnya, dia meluangkan waktu untuk generasi muda yang mau belajar politik di rumah pribadinya minimal sepekan sekali.

Pagi itu, Minggu (12/9/2021) kediaman Anwar Sadad berbeda dari biasanya. Nampak belasan anak muda berkumpul dalam diskusi bertajuk kamp konsentrasi politik dengan tagline ‘Yuk Sekolah Politik Bersama Anwar Sadad’.

Ditemui disela acara, politikus kelahiran Pasuruan itu memang sengaja menghibahkan ilmunya kepada para pemuda yang ingin belajar politik bersamanya.

“Saya senang mereka mau belajar politik. Tugas kita sebagai senior, memberikan bimbingan anak-anak muda itu karena mereka calon pemimpin di masa depan,” tutur Sadad.

Tak ada target yang ingin ia capai. Ia mengaku, apa yang ia lakukan kali ini berangkat dari keinginan mereka. Beberapa memang sengaja mention untuk menimba ilmu politik bersamanya.

“Jadi sekalian saja, kita belajar bareng-bareng,” ucap salah satu keluarga Ponpes Sidogiri Pasuruan itu.

Dalam acara tersebut, nampak peserta cukup antusias. Perdebatan, hingga dialektika sering kali terjadi. Ya, mereka memang bukan hanya dari Surabaya, ada dari Nganjuk, Bondowoso, hingga Sumenep.

“Mungkin mereka ingin menimba pengalaman dari perjalanan politik saya sejak era reformasi sampai sekarang,” kata Sadad.

Politisi dari Gerindra itu menyebut, sedikit hibah yang ia lakukan ini bisa mendorong kemajuan berpikir pemuda di Jawa Timur.
“Obsesinya ke arah sana,” tegasnya.

Sebagai pengagum Cokroaminoto, lanjut Sadad, pihaknya berharap lewat acara ini bisa meniru Cokroaminto menyiapkan pemimpin di era berikutnya.

“Sebagai ketua parpol tentu saya punya harapan ke arah sana, tapi motivasi peserta kan berbeda-beda. Apa yang saya lakukan ini mungkin versi kecil dari apa yang pernah dilakukan HOS Cokroaminoto di rumahnya dulu di zaman pergerakan,” dalihnya.

Acara yang digelar sejak pagi itu diisi dengan pemaparan materi dan diskusi bersama. Pesertanya pun dibatasi, hanya 15 orang dari total 30 lebih pendaftar, karena keterbatasan luas ruang yang harus menerapkan protokol kesehatan.

“Padahal yang mendaftar untuk bergabung sekitar 30 orang,” tutur Fadil, salah seorang staf Sadad. (pun)

Leave a reply