Dampak Psikososial Pandemi Kurang Perhatian Pemerintah Dapat

0
82

SabdaNews.com – Dampak pandemi Covid-19 memukul banyak sektor kehidupan, bukan hanya urusan kesehatan dan perekonomian, tapi juga berpengaruh secara psikososial masyarakat akibat kondisi wabah Covid-19.

Sayangnya, aspek tersebut kerap luput dari perhatian. Oleh karena persoalan itu dijadikan topik utama dalam Diskusi Kamisan DPD Partai Gerindra Jatim, tentang ‘Dampak Psikososial Perempuan dan Anak Serta Intervensinya Pada Masa Pandemi di Jatim’ Kamis (9/9/2021) lalu.

Anggota DPRD Jatim dari Fraksi Partai Gerindra Rohani Siswanto mengatakan, masalah Psikososial memang luput dari perhatian pemerintah. Padahal menurutnya, hal itu sangat penting untuk diperhatikan.

“Psikis ini tidak nampak tapi sangat berdampak,” kata Rohani saat memulai pembahasan dalam diskusi yang berlangsung virtual di kantor DPD Partai Demokrat Jatim.

Menurut anggota Komisi B DPRD Jatim, sejauh ini penanganan pandemi Covid-19 lebih fokus pada persoalan kesehatan dan perekonomian. Sedangkan dampak secara psikososial kerap terlewatkan.

“Seharusnya seluruh dampak itu dapat diberikan perhatian bersama dan dioptimalkan,” kata Rohani.

Sementara itu, dr. Wieke Herawati, Wakil Ketua Bidang Kesehatan DPD Partai Gerindra Jawa Timur mengatakan secara teori, keadaan sosial memang sangat mempengaruhi psikis seseorang. Sebab keduanya sangat berkorelasi sehingga dalam situasi pandemi berdampak pada segala sektor kehidupan.

“Memang masih banyak yang konsentrasi urusan fisik di saat pandemi ini. Ada sisi lain, yang menjadi dampak yaitu psikososial,” kata mantan anggota DPRD Jatim.

Menurut Wike, yang terdampak secara psikososial ini juga banyak diantara kalangan perempuan dan anak-anak. Karena itu harus menjadi perhatian seluruh pihak. Bukan hanya pemerintah, seluruh unsur memang harus bekerjasama menanggulangi seluruh dampak yang muncul akibat pandemi Covid-19.

“Saat ini mungkin pemerintah punya bermacam program untuk perempuan dan anak. Tapi, menurut saya ini perlu sosialisasi yang lebih massif dan mudah diakses masyarakat terdampak,” harapunya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jatim Andriyanto mengatakan, aspek psikis anak memang perlu terus diberikan perhatian dan diintervensi. Apalagi, banyak dari mereka yang terdampak betul akibat pandemi sehingga perlu perhatian.

Menurut Andriyanto, pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya intervensi. Diantaranya, dengan mengeluarkan surat edaran yang diantaranya pendataan. “Intervensi psikologi sosial terutama pada perempuan dan anak menjadi sebuah keniscayaan,” ujar Andriyanto. (pun)

Leave a reply