Komisi E DPRD Jatim Akan Minta Klarifikasi Soal Peningkatan Sebaran Covid-19 di Bangkalan

0
75

– Tangkal rumor yang kurang mendidik dan pemahaman yang salah

SabdaNews.com – Meningkatnya kasus sebaran Covid-19 di Kabupaten Bangkalan pada sepekan terakhir, nampaknya menjadi perhatian serius kalangan DPRD Jatim. Terlebih, banyak informasi yang kurang bisa dipertanggubgjawabkan berkembang luas dan dikonsumsi publik sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat.

Melalui Komisi bidang Kesra DPRD Jatim akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mengundang pihak terkait untuk mengklarifikasi adanya peningkatan sebaran Covid-19 dan ditemukannya varian baru di Kabupaten Bangkalan pada Kamis (10/6/2021) di ruang Komisi E DPRD Jatim.

“Besok kita memang akan menggelar RDP dengan stakeholder terkait termasuk satgas Covid-19 Jatim, Dinkes Jatim, BPBD Jatim maupun dari Bangkalan untuk dimintai klarifikasi seputar meningkatnya sebaran Covid-19 di Kabupaten Bangkalan,” kata Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqih saat dikonfirmasi Rabu (9/6/2021).

Menurut politikus asal PKB banyak informasi berkembang di masyarakat yang perlu diklarifikasi dan diluruskan. Sebab muncul rumor tak terkonfirmasi kemudian digeneralisir secara tak sehat sehingga muncul problem baru di masyarakat.

“Misal, orang yang sudah divaksin dua kali Covid-19 bisa tertular dan meninggal dunia. Ini khan perlu diklarifikasi, apa betul orang tersebut meninggal karena Covid-19. Bisa jadi karena penyakit bawaan atau penyakit lainnya,” jelas mantan ketua PW Fatayat NU Jatim.

Dia khawatir jika rumor seperti ini dibiarkan, tentu akan menghambat upaya pemerintah mempercepat vaksinasi Covid-19 pada warga yang masuk kualifikasi vaksinasi. “Untuk mencapai Herd Immunity itu paling tidak 70 persen warga yang masuk kualifikasi sudah divaksin dua kali,” tegas perempuan asli Malang.

Oleh karena itu, lanjut Hikmah pemerintah selaku penanggungjawab satgas Covid-19 perlu memberikan klarifikasi agar rumor yang tidak baik itu tak berkembang luas. “Masyarakat perlu diberikan edukasi dan bantahan yang benar, sebab kami khawatir akan berkembang pemahaman yang salah terhadap vaksinasi Covid-19,” katanya.

Di sisi lain, Komisi E DPRD Jatim juga akan berupaya membantu menemukan format terbaik agar sebaran Covid-19 di Bangkalan pada khususnya tidak meluas ke daerah-daerah lain.

“Bangkalan itu khan berbatasan dengan Surabaya dan mobilitas orang dari Bangkalan ke Surabaya atau sebaliknya juga sangat tinggi, karena itu perlu dilakukan upaya antisipasi yang lebih serius agar sebaran Covid-19 bisa di lokalisir,” pungkas Hikmah Bafaqih. (tis)

Leave a reply