Buku LKS MI Beri Contoh Pacaran Jadi Sorotan DPRD Jatim

Perlu ada akreditasi penerbit buku LKS
0
90

SabdaNews.com – Buku Lembar Kerja Siswa (LKS) kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI) mendadak jadi sorotan tajam. Pasalnya, di LKS tersebut menyebutkan ciri-ciri orang munafik sebagai contoh ingkar janji saat pacaran.

Tak ayal, hal itu pun membuat kaget anggota Komisi B DPRD Jatim Ahmad Iwan Zunaih saat mendampingi anaknya belajar. Ia pun langsung terkejut saat LKS tersebut ada pada lembaran bab terkait munafik.

Dalam buku LKS tersebut tertulis ciri-ciri orang munafik “seperti janjian ketemu sama pacar di warung kebab bang Pi’ih tetapi tidak datang karena lebih mementingkan bisnis.”

“Saat saya mendampingi anak belajar ada bab terkait masalah munafik. Cuma contohnya itu tidak etis sama sekali dan tidak mendidik. Contoh-contoh itu juga sering terjadi,” ungkap Gus Iwan sapaan akrab Iwan Zunaih, Rabu (9/6/2021).

Menurut politikus Partai NasDem contoh serupa yang kurang pantas juga ada pada lembaran LKS mata pelajaran yang lain. Karena itu pihaknya mendesak Dinas Pendidikan, Kementerian Agama untuk bertanggung jawab.

“Seharusnya menyeleksi secara menyeluruh LKS-LKS yang disebar kepada para siswa. LKS itu harus ada semacam akreditasinya. Jangan semua penerbit bisa menerbitkannya, akhirnya seperti ini tidak ada audit, tidak ada edit dan tidak ada acuan yang baku,” tegas Iwan Zunaih.

Apalagi, lanjut dia, pelajaran untuk anak-anak usia dini harus lebih memperhatikan soal moral dan etika. Tujuanya tentu supaya tumbuh kembang anak didik tidak terpapar dan mengarah pada perbuatan yang tidak bermoral.

“Hal-hal semacam ini akan terus membekas pada diri anak dan bila tidak diperhatikan serius maka bagaimana mutu pendidikan kita kedepannya khususnya dalam pembentukan karakter generasi bangsa,” sindir keluarga besar pengasuh Ponpes Sunan Drajat ini.

Seharusnya, tambah Gus Iwan, Dewan Pendidikan dan Kementerian Pendidikan serta Kementerian Agama hingga Dinas Pendidikan bersama-sama membikin akreditasi penerbit LKS.

“Tujuanya supaya LKS yang tersebar ke sekolah itu memiliki mutu yang standar dan tidak ngawur seperti ini,” pungkas Rektor INSUD Lamongan ini. (pun)

Leave a reply