Ingin Naik Kelas, Siswa SMAMIO Gresik Harus Buat Riset

0
121

GRESIK, SabdaNews.com-SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) sebagai sekolah riset menggelar kegiatan Final Class Research (FACR) pada tanggal 24-25 Mei 2021.
Kegiatan FACR merupakan salah satu kegiatan rangkaian ujian sebagai salah satu syarat untuk kenaikan kelas. Kegiatan ini merupakan bukti bahwa Smamio teah resmi menjdi sekolah riset yang telah diresmikan sebelumnya pada 22 Januari 2021.

Ulyatun Nikmah SPd, selaku waka bidang Pengembangan Pendidikan mengataan, kegitan FACR ini merupakan kegiatan rangkaian ujian tahunan sebagai syarat kenaikan kelas. “FACR ini merupakan kegiatan rutin tahunan menjelang kenaikan kelas.” ujarnya.
“Kegiatan ini diikuti sebanyak 256 siswa dari kelas X dan XI.” “FACR yang dilaksanakan selama 2 hari Senin dan Selasa (24-25/5/2021) dilakukan secara offline dan online melalui zoom meeting.”
Menjadi sekolah riset Smamio ingin melatih sejak duduk di kelas X siswanya untuk belajar di dunia penelitian dan sebagai sarana untuk mengembangkan literasi. “Ini merupakan salah satu program pengembangan pendidikan untuk mendukung literasi dan penelitian siswa.” ungkapnya.
Berbagai tujuan ingin dicapai dalam kegiatan FACR yang diselenggarakan oleh Smamio. Di antaranya adalah ingin mengimplementasikan program one student one research.
“Final Assesment Class Research ini memiliki beberapa tujuan. Yang pertama sebagai implementasi sebagai sekolah riset, dengan program one student one research.” jelas dia.
Selain dengan program tersebut, Smamio juga ingin mulai dari kelas X siswa melatih kepekaan terhadap lingkungan sekitar, siswa dibekali dengan pengetahuan dan penelitian sistematika penulisan karya ilmiah, serta bekal untuk di dunia kampus nantinya.
“Bukan hanya itu, tapi di sini Smamio juga ingin melatih kepekaan siswa terhadap lingkungan sekitar sehingga bisa menjadi obyek penelitian, membekali siswa dengan pengetahuan penelitian dan sistematika penulisannya sehingga bisa menghasilkan Karta tulis yang bagus.
Dan yang tidak kalah penting siswa Smamio juga diarahkan untuk memulai penelitian dari hal sederhana, sehingga nanti saat di perkuliahan sudah terbiasa dengan kegiatan penelitian.” jawab waka pengembangan pendidikan.
Menurut koordinator bidang riset, Nanik Rahmawati, MSi. Kegiatan tahunan ini tidak batasi dengan tema tertentu sebagai bahan risetnya.
“Gak ada tema. Terserah siswa dibebaskan untuk menentukan temanya sendiri.” ujarnya.
“Ketentuan judul KTI dibebaskan oleh sekolah guna mengasah kreativitas anak-anak. Siswa diperbolehkan untuk mengambil bidang sains atau soshum.” Imbuh Dosita Kaprina, SPd salah satu pembimbing riset.
Rangkaian kegiatan FACR ini sudah layaknya mahasiswa tingkat akhir, setiap siswa harus menyelesaikan beberapa tahapan mulai dari pembimbingan dan pengujian.
“Kita melakukan Pembimbingan secara online dan offline. Setelah proses Pembimbingan nantinya akan melewati tahap pengujian, setelah diujikan nanti siswa akan presentasi di depan penguji dan akan diketahui letak kesalahannya di mana, selanjutnya melakukan revisian untuk menjadi KTI yang bagus.” Jelas Dosita Kaprina SPd.(lim)

Leave a reply