Heru : Demi Allah, Ultah Itu Bukan Kehendak Gubernur Jatim

0
294

– Akui mau bikin surprise malah jadi blunder

SabdaNews.com – Polemik seputar pesta ulang tahun Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ke 56 di rumah dinas Grahadi Surabaya kian transparan. Sebab Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono memberikan klarifikasi bahwa dirinya yang patut disalahkan karena menjadi inisiator memberikan surprise namun justru menjadi pemicu pro dan kontra setelah video kegiatan itu ada yang mengunggah ke media sosial.

“Jangan ditambahi dan jangan dikurangi, acara itu dadakan (surprise) dari staf para kepala OPD. Tidak semuanya karena beberapa kepala OPD lagi ada kunjungan kerja. Jadi total semunya 30, itu tidak ada yang direncanakan. Dan itu surprise dari staf kepada gubernur,” kata Heru Tjahjono usai sholat jumat di masjid Baitul Hamdi kantor Gubernur Jatim jalan Pahlawan Surabaya, Jumat (21/5/2021).

Menurut Heru, yang hadir dalam acara itu hanya kepala OPD yang biasa melakukan swab rutin sehingga bersifat terbatas sekitar 50 orang kesemuanya termasuk para pelayan. “Ibu gubernur pun tidak tahu kalau kita mau membuat acara surprise seperti ini,” tegasnya.

Pertimbangan membuat acara itu lantaran ibu gubernur selalu memberikan perhatian kepada stafnya pada setiap ulang tahunnya, sehingga kita ingin memberikan perhatian balik dengan surprise saat beliau ulang tahun. “Teman-teman wartawan juga begitu khan kalau redaksi ulang tahun ibu gubernur pasti datang,” terang Heru.

Ia menegaskan bahwa Gubernur Khofifah sebenarnya juga enggan hadir. Padahal acara intern itu hanya dihadiri teman-teman kepala OPD yang sudah hadir sejak pukul 19.00 di rumah dinas. Namun ibu gubernur baru datang pukul 20.45. “Ibu juga hadir sebentar, habis kita ngasih selamat lalu pulang,” dalih Heru Tjahjono

Heru juga ingin meluruskan bahwa pihaknya tidak mengundang artis ibu kota Katon Bagaskara karena dia sudah berteman baik serta Java Band yang mengiringi itu band yang biasa digunakan latihan bernyanyi teman-teman kepala OPD.

“Tidak ada anggaran, karena bukan pesta dan makanannya juga biasa. Itu juga bukan halal bihalal karena itu dadakan. Sumpah demi Allah itu bukan kehendak bu gubernur, itu adalah suprise dari kami untuk mengayu bagyo ibu kami,” tegas mantan Bupati Tulungagung ini.

Heru menambahkan bahwa ide surprise itu darinya. Namun pihaknya tidak mengkonsultasikan ke gubernur karena tahu pasti hal itu akan ditolak kalau diberitahukan. “Mosok saiki anake diulangtahuni. Sekarang mboke ulang tahun, mosok gak mengucapkan selamat,” kelakarnya.

Menyangkut santunan anak yatim, lanjut Heru itu murni dari dia. Sebab ibu Gubernur Khofifah seringkali mewanti-wanti supaya setiap saat menyantuni anak yatim. “Jangan ditambahi dan jangan dikurangi, sekali lagi ibu gubernur kita itu sangat detail dan rigit terhadap protokol kesehatan,” pungkasnya. (pun)

Leave a reply