Presiden Resmikan PSEL Benowo, Gubernur Khofifah : Solusi Strategis Tangani Sampah Menjadi Berkah

0
87

SabdaNews.com – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan di Benowo Kota Surabaya, Kamis (6/5/2021).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, bahwa Peraturan Presiden (PP) terkait percepatan pembangunan instalasi PSEL ini telah disiapkannya sejak tahun 2018. PP No. 35 Tahun 2018 tersebut, diterbitkannya sebagai landasan hukum bagi pemerintah daerah yang ditunjuk agar mempercepat realisasi pembangunan instalasi PSEL.

Presiden menyebut dari tujuh kota/kabupaten yang ditunjuk di dalam PP No 35 Tahun 2018, hanya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang telah mampu menyelesaikannya. Sementara bagi daerah lain, masih maju mundur terkendala masalah tipping fee hingga urusan barang milik daerah.

Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Benowo Surabaya menghasilkan 11 Megawatt per hari. Rinciannya, Landfill Gas Power Plant menghasilkan energi listrik 2 Megawatt dari 600 ton sampah per hari. Kemudian, dengan menggunakan metode Gasification Power menghasilkan listrik 9 Megawatt dari setiap 1000 ton sampah per hari.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong Kabupaten/Kota lain di Jawa TImur untuk juga melakukan pengelolaan sampah menjadi energi guna menyikapi persoalan lingkungan. Apalagi pengembangan pembangkit jenis ini juga telah tertuang dalam Perpres Nomor 35 Tahun 2018.

Menurut Khofifah, PSEL menjadi salah satu pilihan logis atas volume sampah yang kian hari kian menggunung namun terkendala luasan lahan untuk tempat pemrosesan akhir (TPA).

“Semua daerah punya persoalan yang sama terhadap sampah. Saya optimistis daerah lain juga bisa meniru langkah Kota Surabaya dalam mengelola sampah ini karena lahan yang dibutuhkan tidak terlalu luas. Yang penting didukung dengan teknologi yang maju dan mapan,” ujarnya.

Khofifah tidak menampik bahwa dibutuhkan investasi yang besar untuk membangun PSEL. Namun jika pengelolaan sampah masih dilakukan secara tradisional maka bukan tidak mungkin Jatim akan mengalami yang namanya darurat sampah. Mengingat tidak mudah mencari lahan untuk membuka lagi TPA baru untuk menampung sampah-sampah yang dikumpulkan dari masyarakat.

“Jangan sampai Jatim mengalami Darurat Sampah. Pilihan lain selain PSEL misalnya mengubah sampah menjadi briket atau aspal. Hal ini harus mulai segera dilakukan karena volume sampah setiap hari kian menggunung,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan selamat kepada Pemerintah Kota Surabaya yang telah berhasil mewujudkan PSEL, mengubah sampah menjadi energi listrik. Khofifah berharap PSEL tersebut membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Kota Surabaya.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan dan peresmian PSEL tersebut antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Ketua DPRD Jatim dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (tis)

Leave a reply