Jabatan Sekdaprov Oke Tapi Kepala OPD No, Jika Diisi Orang Luar

0
108


SabdaNews.com –  Pemprov Jatim sedang mengalami krisis pejabat, sebb 14 OPD tak punya Pemimpin definitif, saat ini statusnya Plt. Akibatnya Gubernur harus menata strategis, salah satunya dengan pola assesment atau lelang jabatan. Artinya semua pejabat di Indonesia ini bisa mendaftar dan berburu kursi kosong ini. 


Menanggapi hal ini anggota Komisi A DPRD Jatim, Muzzamil Syafi’i mewarning Gubernur Khofifiah agar tidak “mengimpor” pejabat dari luar Jatim. “Sebenarnya kan dulu sudah selesai sudah ada pansel, cuma kan katanya satu orang pindah ke Jabar, ya tinggal diganti kan bisa jalan lagi itu panselnya, “kata politisi yang juga ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Jatim, Selasa (27/4/2021).


Muzzamil mengkalkulasi bahwa untuk jabatan kepala OPD sepertinya tidak perlu harus ambil orang luar, tapi kalau kursi sekdaprov bisa saja.

“Kalau OPD terlalu jauh, tapi kalau sekda mungkin saja.Kalau OPD yang lebih paham betul kan orang dalam. Maka kami harap ambil dari dalam, yang punya kompetensi dan kemampuan yang memadai memenej OPD,” ucap mantan Wabup Pasuruan 2003-2008 ini.


Kalau undang orang luar, kata pria yang akrab disapa Buya ini, amatlah riskan, “Kita butuh persatuan diinternal OPD kalau ambil orang luar kan butuh adaptasi dan  waktu lama,” dalihnya. 


Sebaliknya anggota komisi A lainnya Ahmad Firdaus Febrianto menilai jika menganmbil dari luar maka akan jadi “Beuty Contes” dan memunculkan persaingan secara profesional. 


“Ini jadi semacam beuty contes, dimana tergantung dari kualitas personilnya, gak ada masalah lelang ambil dari luar. Karena ada seleksi dan kualifikasi. Ini memicu personil didalam untuk menunjukkan yang lebih baik dan terbaik, kalau memang bagus kan bisa jadi mereka yang ada di dalam yang diambil, bukan dari luar,” kata politisi asal partai Gerindra. 


Sementara itu Kepala BKD Pemprov Jatim Nurkolis menyebutkan bahwa kekosongan kepala OPD bukan lagi hanya 14, tapi bertambah menjadi 19 OPD yang mengalami kekosongan posisi pimpinan. 


Untuk solusi awal, menurut Nurkolis akan dilakukan mutasi, baru setelahnya yang kosong akan dilakukan seleksi terbuka. “Yang kosong 19, akan diadakan rotasi mutasi. Setelah itu yang kosong akan diadakan seleksi terbuka,” ungkapnya. 


Untuk pelaksanaan mutasi rotasi, Nurkolis mengatakan  saat ini sedang diproses oleh timsel, “Sudah berproses melalui Pansel,” imbuhnya. (tis)

Leave a reply