Ramadhan Yang Istimewa, Terpanjang Selama 33 Tahun.

0
152

Oleh : Oleh : Ustadz Ahmad Suyuthi, Ponpes Aji-aji Cangkir Tua (ACT)

Ramadhan Tahun Ini,  lima kali Jum’at

1 Ramadhan : Hari Jum’at,  8 Ramadhan : Hari Jum’at , 15 Ramadhan : Hari Jum’at ,22Ramadhan : Hari Jum’at, 29 Ramadhan : Hari Jum’at.

Ramai tidak tahu bahawa Ramadhan tahun ini akan Kita tempuhi dengan 5 kali Jumaat, yang berlaku setiap 20 tahun, Ramadhan yang akan datang ini akan menjadi Ramadhan dengan waktu siangnya terpanjang selama 33 tahun ke belakang.

Itu bermakna Ramadhan kali ini memberi kesempatan bagi kita untuk memperoleh pahala lebih besar dalam 33 tahun.  Ya Allah sampaikanlah Kami pada bulan Ramadhan..

Allahumma aamiin.. Allahumma balighna ramadhon.. Insya’Allah..

Assalamualaikum wr wb..

Maaf.. sekedar mengingatkan berbagi pengetahuan bagi yang belum tahu dan mengingatkan kembali  bagi yang sudah tahu bahwa ” BACAAN ATTAHIYYAT ADALAH DIALOG ANTARA RASULULLAH SAW. DENGAN ALLAH SWT”    di Sidratul Muntaha ketika terjadi peristiwa Isra Mi’raj.

  1. Seandainya kita mengetahui bahwa  sebagian dari bacaan  shalat itu adalah  dialog antara     

 Rasulullah SAW    dengan Allah Azza  wa Jalla, tentu kita    tidak akan terburu-buru     melakukannya…  Allahu Akbar, ternyata      bacaan shalat itu dapat   membuat kita seperti.       berada di surga…   Mari kita camkan dan   renungkan kisah    berikut ini, tentu akan      berlinang air mata kita,   Masya Allah…

  • Singkat cerita, pada malam itu Jibril As.  mengantarkan    Singkat cerita, pada  malam itu Jibril As.   mengantarkan   Rasulullah SAW naik ke  Sidratul Muntaha.   Namun karena Jibril As  tidak diperkenankan   untuk mencapai   Sidratul Muntaha,  maka Jibril As pun    mengatakan kepada Rasulullah SAW untuk melanjutkan perjalanannya sendiri tanpa dirinya ….
  • Rasulullah SAW. melanjutkan perjalanan perlahan sambil  terkagum-kagum melihat indahnya istana Allah SWT, hingga tiba di Arsy…  Setelah sekian lama  menjadi seorang Rasul,  inilah pertama kalinya  Nabi Muhammad SAW.  berhadapan dan    berbincang secara.   langsung dengan Allah   Azza wa Jalla…  Bayangkanlah betapa  indah dan luar biasa   dahsyatnya momen ini,  Masya Allah….
  • Percakapan antara    Nabi Muhammad    Rasulullah SAW   dengan Allah  Subhanahu Wata’ala :

1    Rasulullah SAW-pun  mendekat dan   memberi salam  penghormatan  kepada Allah SWT                 Attahiyyatul mubarokaatush  shalawatuth thayyibaatulillah   “Semua ucapan        penghormatan, pengagungan dan  pujian hanyalah milik Allah”.

2 Kemudian Allah SWT    menjawab   sapaannya :   Assalamu’alaika  ayyuhan Nabiyyu                warahmatullahi wa   barakaatuh  “Segala pemeliharaan    dan pertolongan Allah untukmu wahai         Nabi, begitu pula rahmat Allah dan  segala karunia-Nya”.

3 Mendapatkan  jawaban seperti ini, Rasulullah SAW tidak  merasa jumawa atau   berbesar diri, justru  beliau tidak lupa  dengan umatnya, ini  yang membuat kita  sangat terharu.

Beliau menjawab dengan ucapan : Assalaamu’alaina wa ‘alaa ‘ibadillahish  shalihiin “Semoga  perlindungan dan pemeliharaan diberikan kepada  kami dan semua  hamba Allah yang    shalih”  Bacalah percakapan.    mulia itu sekali lagi,   itu adalah  percakapan Sang   Khaliq dan hamba-  NYA… Sang Pencipta dan ciptaan-NYA….  dan beliau saling  menghormati satu  sama lain,        menghargai satu sama lain, dan lihat  betapa Rasulullah SAW mencintai kita umatnya, bahkan       beliau tidak lupa  dengan kita ketika  beliau di hadapan  Allah SWT…

4 Melihat peristiwa ini, para Malaikat yang menyaksikan dari luar  Sidratul Muntaha  tergetar dan terkagum-kagum  betapa Rahman dan Rahimnya Allah SWT, betapa mulianya Nabi      Muhammad SAW…emudian para Malaikat-pun mengucap dengan penuh keyakinan : Asyhadu Allaa ilaaha illallah, wa asy hadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu “Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan kami bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba Allah dan Rasul Allah”

5. Jadilah rangkaian  percakapan dalam  peristiwa ini menjadi suatu bacaan dalam  shalat yaitu pada  posisi Tahiyat Awal  dan Akhir, yang kita ikuti dengan  shalawat kepada Nabi sebagai     sanjungan seorang individu yang menyayangi umatnya. Mungkin sebelumnya.  Kita tidak terpikirkan  arti dan makna kalimat   dalam bacaan ini.  Semoga dengan  penjelasan singkat ini      kita dapat lebih meresapi makna shalat kita.  Sehingga kita dapat   merasakan getaran  yang dirasakan oleh  para Malaikat disaat   peristiwa itu…   Semoga bermanfaat   untuk menambah      kekhusyu’an shalat   kita.   Aamiin Yaa Robbal    Aalamiin. 6. Pesan :  Jangan pernah  tinggalkan shalat  karena di dalam kubur banyak jutaan  manusia yang minta  dihidupkan kembali  hanya untuk beribadah   kepada Allah SWT.  Sesibuk apapun kita.    jangan pernah  tinggalkan shalat. Sumber : ( Kiitab Qissotul Mi’raj )                                                                                                

Leave a reply