Baru Capai 8,79%, Vaksinasi Covid-19 di Jatim Tak Kenal Hari Libur Untuk Akselerasi

0
128

– Fasilitas kesehatan yang siap vaksin baru 45%

SabdaNews.com – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap awal yang diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan, ternyata belum sesuai dengan harapan. Bahkan  untuk sekedar memenuhi target di Jawa Timur, idealnya tidak mengenal hari libur untuk pelaksanaan vaksinasi Sinovac.


Juru bicara tim kuratif Satgas Covid-19 Jatim, dr Makhyan Jibril Al Farabi mengatakan, vaksinasi Sinovac di Jatim yang dimulai pada 14 Januari lalu hingga saat ini baru menyasar kisaran 8,79% dari cakupan vaksinasi di Jatim. Padahal deadline 100% sasaran vaksinasi tahap awal adalah 21 Februari 2021.


“Sasaran vaksinasi tahap awal di Jatim sebanyak 189.664 orang. Namun setelah registrasi ulang tinggal 186.799 orang yang bersedia dan sebanyak 1.824 orang yang berhalangan,” ujar dr Jibril sapaan akrabnya saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (27/1/2021). 


Diantara kendala pelaksanaan vaksinasi Sinovac adalah ketersediaan fasilitas kesehatan (Faskes) yang siap melaksanakan vaksinasi. “Dari total 3.108 faskes yang ada di Jatim, yang siap vaksinasi baru 1.406 dan 1.702 faskes lainnya belum siap. Artinya kesiapan faskes melaksanakan vaksinasi prosentasenya baru 45%,” jelas dokter berpenampilan kalem ini.


Diakui Jibril, untuk mengejar target Kementerian Kesehatan 1 juta vaksin/hari untuk mencapai kekebalan komunitas dengan proporsi penduduk Jatim yang mencapai 40 juta jiwa. Maka target Jatim adalah 148 ribu vaksin per hari.  


“Vaksinasi 100.285 SDM kesehatan di Jatim yang harus divaksin itu perlu diakselerasi (percepatan), kalau perlu tidak ada hari libur, Sabtu dan Minggu tetap buka,” dalih Jibril.


Terkait dengan masa efikasi vaksin, jika secara konservatif diestimasikan 12 bulan (1 tahun), vaksinasi Covid-19 kepada 363 juta suntikan harus diselesaikan dalam 300 hari (termasuk hari Sabtu dan Minggu) agar kondisi kekebalan komunal (Herd Immunity) tercapai maka program vaksinasi membutuhkan percepatan.


Sekedar diketahui, sasaran vaksinasi di Indonesia sebanyak 181.554.465 penduduk, dan setiap orang akan mendapatkan 2 dosis atau suntikan. Total dosis yang diberikan sebanyak 363.108.930 maka idealnya 1 juta vaksin perhari untuk program vaksinasi covid-19 selesai dalam 1 tahun.


“Makanya vaksinasi bagi SDM kesehatan yang tertunda cukup diberi selang waktu 3 hari maksimal untuk vaksinasi. Ini untuk memenuhi target nasional, dimana 1 juta SDM kesehatan divaksin sebelum 31 Januari, dan selesai divaksin tahap kedua sebelum 21 Februari,” pungkas Jibril. (tis)     

Leave a reply