Kadin Jatim Minta Bea Cukai Perketat Pengawasan Peredaran Rokok Ilegal

0
97

– Jelang kenaikan cukai rokok per Februari 2021


SabdaNews.com – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto mendorong pemerintah, khususnya Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jatim untuk memperketat pengawasan peredaran rokok ilegal di wilayah Jawa Timur.


Dorongan ini diungkapkan Adik pasca melihat kegigihan Satuan Tugas (Satgas) Patroli Laut Bea Cukai Wilayah Khusus Kepulauan Riau dan Bea Cukai Tembilahan dalam menggagalkan penyelundupan rokok ilegal di perairan Pulau Buluh, Riau beberapa waktu lalu.


“Peredaran rokok ilegal ini tidak hanya terjadi di Riau saja, di Jatim pun sebenarnya sangat besar cela bagi pelaku rokok ilegal untuk melancarkan aksinya. Dan saya sangat mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh Bea Cukai Wilayah Khusus Kepulauan Riau yang berhasil menggagalkan aksi penyelundupan rokok ilegal tersebut,” kata Adik Dwi Putranto di Surabaya, Rabu (20/1/2021).


Menurut Adik sudah selayaknya peredaran rokok ilegal dibatasi, mengingat sumbangan cukai rokok terhadap penerimaan negara sangat besar. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaan cukai hasil tembakau atau rokok hingga November 2020 mencapai Rp.146 triliun atau 88,53 persen dari target sesuai Perpres No.72 tahun 2020 sebesar Rp164,94 triliun. 


Capaian tersebut tumbuh 9,74 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp.133,08 triliun.

“Jatim adalah provinsi yang memberikan  sumbangan terbesar. Jika peredaran rokok ilegal ini tidak diperketat, maka pemerintah akan berpotensi kehilangan penerimaan, terlebih dengan adanya rencana kenaikan cukai rokok sebesar 12,5 persen di Februari nanti,” terang Adik.


Ia meyakini dengan adanya kenaikan cukai tersebut, peredaran rokok ilegal akan mengalami kenaikan menjadi 6% dari tahun 2020 yang mencapai 4%.

“Ini yang harus diwaspadai oleh pihak Bea Cukai. Karena dengan kenaikan cukai, harga rokok semakin tidak terjangkau. Dan ini menjadi lahan empuk bagi peredaran rokok ilegal,” dalih Adik.


Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Gabungan Pengusaha Rokok (Gapero) Surabaya Sulami Bahar, selain menjadi penyebab kerugian pendapatan negara, rokok ilegal juga menjadi penghambat berkembangnya industri rokok nasional.  


“Tindakan tegas dari Bea Cukai dinilai perlu diambil guna memberikan pesan yang jelas kepada para oknum, bahwa negara akan selalu siap melindungi para pelaku industri rokok nasional,” harap Sulami. (pun)

Leave a reply