PKB Jatim Berkhidmah Wujudkan 6 Rekomendasi Hasil Muswil

0
79

SabdaNews.com – Keterpurukan ekonomi akibat  pandemi Covid-19 sepanjang tahun 2020 dilanjut hingga saat ini yang dialami sejumlah negara termasuk Indonesia, juga berdampak pada perekonomian Jawa Timur.

  
Pertumbuah ekonomi Jawa Timur mengalami kontraksi luar biasa, pada Triwulan I 2020 tumbuh 3,04 persen, triwulan II 2020 ekonomi terkontraksi sebesar 5,90 persen, dan pada triwulan III 2020, terkontraksi sebesar 3,75 persen. 


Dampak lainnya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jatim juga mengalami peningkatan, dari 3,92 persen pada Agustus 2019, menjadi 5,84 persen pada Agustus 2020. Konsekwensi lainnya angka kemiskinan juga naik dari 4,056 juta jiwa atau 10,20 persen pada September 2019, naik menjadi 4,42 juta jiwa atau 11,09 persen pada Maret 2020. 


Problem sosial di Jatim khususnya ketimpangan sosial juga semakin lebar. Pada tahun 2019 gini rasio Jatim 0,36, kemudian memburuk menjadi 0,37 pada tahun 2020.


Sejak ditemukannya kasus pertama Covid-19 di Jatim pada Selasa (17/3/2020), sampai saat ini kasus suspek maupun positif Covid-19 terus meningkat. Sampai 13 Januari 2021, telah teridentifikasi 95.064 kasus di Jatim, sebanyak 81.553 (85,79%) dinyatakan sembuh, 6.864 (7,22%) masih dirawat dan 6.647 (6,99%) pasien meninggal dunia. 


Kasus tertinggi ditemukan di Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Jember, Banyuwangi, Malang. Sedangkan terendah ada di Kab Madiun, Kota Madiun, Sampang,  Ngawi dan Kota Kediri.


Merespon kondisi sosial, ekonomi dan kesehatan dengan melandaskan pada basis ideologi serta mempertimbangkan potensi internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dalam forum Muswil PKB beberapa hari lalu dirumuskan beberapa rekomendasi dan sikap politik PKB Jatim.


Pertama, meningkatkan Khidmat PKB – NUmelalui program bantuan untuk pesantren dan Madrasah serta insentif Guru Ngaji. Kedua, meneguhkan PKB sebagai Partai Advokasi.


“Semua kader harus memastikan warga yang berhak tidak tercakup dalam kebijakan dan program pemerintah. DPW dan DPC menyediakan ruang curhat dan advokasi kepada korban kekerasan. Semua kader membantu dan memperjuangkan hak-hak yang tidak terpenuhi. Pendampingan untuk korban penyalahgunaan narkoba, dan Pendidikan skill dan keterampilan untuk angkatan kerja baru,” kata sekretaris DPW PKB Jatim, Hj Anik Maslachah, Rabu (13/1/2020). 

Ketiga, memastikan rakyat, khususnya kelompok terbawah, menjadi penerima manfaat terbesar setiap kebijakan dan program pemerintah. Keempat, menggerakan ekonomi lokal. Kelima, menjadi bagian dalam penanganan dampak covid-19, dan terakhir (keenam) merebut kepemimpinan lokal, regional dan nasional. (tis)

Leave a reply