Petani Makin Tercekik, DPRD Jatim Minta Jaminan Ketersediaan Pupuk Bersubsidi

0
572

– HET Pupuk Subsidi Naik ditengah Musim Tanam

SabdaNews.com – Oh nasibmu petani, itulah ungkapan yang pas untuk menggambarkan beban yang harus ditanggung kaum petani di saat musim tanam pada awal tahun 2021.

Belum tuntas persoalan kuota pupuk bersubsidi tahun 2020, kini kaum petani harus lapang dada menerima keputusan pemerintah terkait kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) empat jenis pupuk bersubsidi dikisaran Rp.300 hingga Rp.450/kg

Menanggapi kebijakan baru pemerintah tersebut, anggota Komisi B DPRD Jatim Subianto angkat bicara. Menurut politisi asal Partai Demokrat, kaum petani memang akan menanggung beban cukup berat karena cost produksi mereka akan meningkat seiring dengan kenaikan harga pupuk bersubsidi.

Kendati demikian, politisi asal Pare Kediri ini berharap agar pemerintah tak melakukan pemotongan jatah pupuk bersubsidi bagi petani di Jawa Timur.

“Pemenuhan ketersediaan pupuk harus terpenuhi mengingat harga sudah dinaikkan oleh pemerintah. Kalau tahun 2020 jatah pupuk subsidi dipotong 20 persen, maka dengan kenaikan HET tersebut kami minta dikembalikan penuh lagi jatah pupuk subsidi buat Jatim,” tegas Subianto, Sabtu (2/12/2021).

Konsekwensi lainnya, lanjut Subianto pemerintah juga harus menaikkan Harga Pokok Petani (HPP) untuk gabah. ”Kenaikan HPP gabah perlu diberlakukan untuk menjaga keseimbangan atas kenaikan HET pupuk,” ungkapnya.

Berdasarkan surat Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) Nomor 0001/APJ/C31/ET/2021 tertanggal 1 Januari 2021 tentang Penyampaian Permentan Nomor 49 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi sektor Pertanian tahun anggaran 2021, terdapat kenaikan HET beberapa jenis Pupuk Bersubsidi

“HET untuk Urea dari Rp 1800/kg menjadi Rp 2250/kg atau ada kenaikan Rp.450/kg. Pupuk SP-36 dari Rp 2000/kg menjadi Rp 2400/kg atau naik Rp 400/kg. Pupuk ZA dari Rp 1400/kg menjadi Rp 1700/kg atau naik Rp 300/kg, dan Organik Granul dari Rp 500/kg menjadi Rp.800/kg atau naik Rp.300/kg,” terang Subianto.

Sedangkan pupuk NPK tidak naik tetap Rp.2300/kg. “Kenaikan HET 4 jenis pupuk bersubsidi itu cukup besar bagi petani. Kalau 1 sak @50 kg tentunya kenaikannya kisaran Rp.150 ribu -Rp.225 ribu/sak,” dalih anggota FPD DPRD Jatim.

Ia juga berharap pemerintah tak membuat kebijakan yang yang mempersulit petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. “Kalau menggunakan persyaratan baru bisa dapat pupuk kalau punya kartani (kartu petani), lebih baik kebijakan ini ditunda pelaksanaannya daripada menimbulkan gejolak dibawah,” pungkasnya. (pun)

Leave a reply