SBY Ajak Warga Pacitan Waspadai 3 Hal, Jelang Masa Tenang dan Pencoblosan

0
91

– Pilkada harus damai, demokratis serta jujur, adil dan fair.

PACITAN – Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak warga Kabupaten Pacitan supaya mewaspadai tiga hal, jelang memasuki masa tenang Pilkada serentak 9 Desember mendatang. Sebab banyak laporan yang masuk mengatakan masyarakat Pacitan resah jelang proses pemungutan suara.

Dari berbagai sumber masukan yang masuk, ketua umum Majelis Tinggi Partai Demokrat ini dapat menyimpulkan ada tiga hal yang menjadi kekhawatiran masyarakat sehingga dapat mengancam pilkada Pacitan tidak berjalan secara damai, demokratis, jujur, adil dan fair.

“Saya menerima informasi ini bagus kalau pada kesempatan ini, saya sampaikan ajakan saya dan harapan saya kepada saudara-saudara kita yang ada di tanah Pacitan karena Pilkada ini milik rakyat, bukan milik negara. Sebetulnya bukan milik KPU, Bawaslu atau aparat keamanan betul-betul milik rakyat,” kata SBY melalui video saat menggelar pertemuan dengan pasangan cabup Indrata Nur Bayuaji dan cawabup Gagarin, Jumat (4/12/2020).

Menurut SBY, rakyatlah yang berdaulat punya hak untuk memilih dan punya hak untuk dipilih. Karenanya Mas Aji dan Mas Gagarin juga punya hak untuk dipilih rakyat dan juga punya hak untuk memilih sehingga saatnya menghormati proses pemilu atau Pilkada ini agar Pilkada ini benar-benar berjalan secara damai.

“Politik panas, politik keras memang begitu, tapi tetaplah damai,” pinta pria asli Pacitan ini.

Yang kedua, kata SBY Pilkada yang demokratis, maka berikan jalan, jangan dihalang-halangi, jangan ditakut-takuti rakyat untuk memilih pemimpinnya bupati dan wakil bupati lima tahun mendatang secara demokratis.

Nah yang berikutnya lagi (ketiga) itu yang sangat penting yaitu mesti dijaga agar Pilkada ini berlangsung secara jujur dan adil. Ini penting sekali karena kita punya pengalaman di masa lalu pemilu-pemilu boleh dikatakan tidak jujur dan tidak adil bahkan tidak ada Pemilu puluhan tahun yang lalu.

“Sejarah sudah berubah, sudah kita ubah, demokrasi harus hadir di negeri ini. Pemilu pun harus berjalan secara peacefull and demokratif (damai dan demokratis) serta jujur dan adil, fair. Itu harapan kita,” tegas mantan menteri polhukam era Presiden Gus Dur ini.

Kenapa SBY sampaikan ini karena apa yang didapatkan tadi malam, tadi siang dari teman-teman dan kolega, seperti ada kecemasan serta batin supaya SBY bisa sampaikan bagaimana bagusnya saudara-saudara kami di Pacitan ini dengan tenang tetapi waspada merespon apa yang dicemaskan ini.

Yang dicemaskan oleh masyarakat Pacitan ada tiga. Yang pertama, kalau ada campur tangan dari luar, campur tangan yang tidak baik. “Ini kan tanah kelahiran kita, Pak gimana kalau diobrak-abrik dari orang-orang luar,” ungkap SBY.

“Saya bilang, yang salah mungkin kita nggak boleh su’udhon. Ada orang luar datang dari macam-macam daerah, dari macam-macam posisi politik, ya politik biasa seperti itu ya. Mudah-mudahan tidak terjadi, dan harapan saya tidak terjadi,” harapnya.

“Tetapi yang terpenting, masyarakat Pacitan jangan mau diobrak-abrik, jangan mau dipecah belah, jangan mau di suruh yang aneh-aneh, itu yang pertama,” imbuhnya.

Yang kedua adalah takut kalau nanti ada momey politics besar-besaran, entah itu apa serangan fajar, di bom dari pusat. “Saya bilang apa iya mudah-mudahan tidak lah. Itu tidak mendidik, itu merusak rakyat. Kalau membantu rakyat nanti kalau sudah jadi pemimpin bantu rakyat, bantuannya halal, bantuanya sah, itu caranya begitu, bukan langsung ngebom dengan apa politik uang yang merajalela, tidak amanah dan tidak bagus,” tegas SBY.

Kendati SBY tidak yakin hal itu terjadi tapi ya politik sekali lagi ada yang menghalalkan segala cara. “Ya mudah-mudahan tidak terjadi dan semuanya supaya waspada,” pinta ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.

Yang ketiga, lanjut SBY yang dicemaskan itu ya bagaimana kalau aparat tidak netral. Aparat apa yang dimaksud, ya seperti TNI, Polri, intelijen dan lainnya.

Kalau ini, SBY yang juga pelaku reformasi TNI dulu ABRI, Polri dan ABRI menurutnya pernah dikoreksi oleh sejarah, dikoreksi oleh rakyat karena memiliki kesalahan tahun 65 dan tahun 98 karena berpihak, tidak netral bukan milik rakyat secara keseluruhan

“Nah sudah kita lakukan perubahan, saya berharap sebagai orang tua, sebagai senior TNI yang ikut melakukan reformasi sebagai pelaku utama dulu, jangan mengulangi kesalahan di waktu yang lalu. Ya mudah-mudahan tidak, kecemasan itu tidak menjadi kenyataan lah tapi memang saya ingatkan lah yang masih ada di TNI entah prajurit apalagi jenderal, Laksamana, Marsekal, ingat sumpahnya, ingat konstitusi, jangan melukai rakyat karena sejarah telah menunjukkan rakyat bisa menurunkan koreksi kalau ada kesalahan siapapun di negeri ini termasuk yang disebut dengan Aparatur Negara,” dalih SBY

Di tambahkan SBY, Pacitan ini kan bukan sekali ini menggelar Pilkada, nggak ada kan dulu kan tuh kan aman, demokratif, jujur, adil. “Saya masih ingat, ayo kita jaga bareng-bareng, jangan mau dibikin yang aneh-aneh, jujur, adil. Silahkan siapa yang akan dipilih nanti,” harap suami Almarhumah Ani Yudhoyono ini.

Ia juga yakin Mas Aji dan Mas Gagarin akan siap. “Saya yakini bukan hanya siap, tapi juga mampu dan cakap sehingga kalau mengemban amanah pasti jauh lebih bagus dibandingkan siapapun untuk memajukan Pacitan ini,” jelas SBY.

Selama 10 tahun dulu, terutama tahun 2009 dan 2014 dan masih menjadi presiden memang SBY pernah bersumpah melakukan segala upaya untuk membikin Pemilu kita dulu pemilu legislatif dan pemilu presiden bener-bener damai, demokratis, jujur dan adil

“Saya sampaikan dengan tegas dan serius aparatur negara, TNI, Polri, BIN, penegak hukum netral jangan berpolitik. Alhamdulillah berjalan,” kenang SBY.

Bahkan, SBY juga ikut mengantarkan calon Presiden Joko Widodo menjadi presiden tahun 2014 dan dia juga menyelesaikan Pemilu 2014 meskipun partai yang dia pimpin dulu tidak masuk pada papan atas.

“Tetapi saya lega karena saya mengutamakan kepentingan bangsa, kepentingan negara dibandingkan kepentingan partai politiknya. Begitulah pemimpin pada tingkat nasional,” imbuhnya.

Pacitan menurut SBY merupakan daerah yang baguslah selama ini karena kultur politiknya, hubungan antar warga seperti ini. Menurutnya ini harus dijaga dengan baik. “Jadi terhadap apa yang saya dengar tadi malam, tadi siang itu ya seperti ini. Tetap tenang tidak usah khawatir jangan terlalu gentar, tapi waspada memang, waspada betul,” harapnya.

Sebagai orang tua sekarang di tanah Pacitan yang ingin berbuat yang macam-macam, ingatlah, ingat-ingat, ingat Allah, ingat rakyat. Berilah kesempatan saudara kita dengan tenang dan damai tanpa diiming-imingi yang aneh-aneh untuk menyampaikan pilihannya,” tegas SBY.

Bagi SBY, Mas Aji dan Mas Gagarin dinilai sudah sangat siap dan sudah menjalankan semua. Karena itu nanti usai pemungutan suara, tolong dikawal, bahaya protokol corona tetap dijalankan dan mereka tetap bisa menggunakan hak pilihnya dengan baik.

“Mungkin itu, mohonlah pertolongan Allah, pertolongan Tuhan, dan terus berikhtiar. Kalau sudah mendapatkan amanah tolong majukan Pacitan dengan tulus, dengan keringat agar saudara kita makin sejahtera,” imbau SBY kepada pasangan Aji dan Gagarin.

Untuk membangun Pacitan lebih maju lagi, SBY memberikan semboyannya yaitu yang sudah baik tolong dilanjutkan, apa yang telah dirintis oleh Pak Bupati sekarang atau sebelum-sebelumnya yang nyata-nyata baik dilanjutkan. Tentu nanti setelah memimpin dengan ijin dan pertolongan Tuhan harus ada sesuatu yang baru.

“Lakukan itu dengan demikian setelah keadaan damai pemerintahan ini melanjutkan yang sudah baik, melakukan perbaikan yang belum baik harapan saya seperti itu mungkin,” jelas SBY.

Ia juga kembali mengingatkan pesan sebelumnya, menjelang pemungutan suara, ini sekarang tanggal 4,5 masih ada kampanye, kemudian 6, 7, 8 memaski minggu tenang, dan tanggal 9 pemungutan suara, lalu hari-hari berikutnya lagi penghitungan suara.

“Saya harap paslon Mas Aji dan Mas Gagarin tentu bersama-sama pemimpin daerah, ada Pak Bupati ada Pak Kapolres ada Pak Dandim semua benar-benar menjaga keselamatan saudara-saudara kita karena Indonesia sedang meningkat covid-19. Harapan kita tetap aman selamat mereka semua sehingga pemungutan suara berjalan dengan baik, TPS-TPS tidak kosong, dibantu diyakinkan bahwa ini demi masa depan Pacitan dengan tetap menjaga protokol anti covid-19,” pinta SBY.

“InsyaAllah dua-duanya bisa dilaksanakan. Sekali lagi jaga dengan protokol Pilkada ini, tetapi mereka diharapkan juga berbondong-bondong ke TPS karena ini menyangkut masa depan kita masa depan kabupaten yang sangat kita cintai ini. Untuk itu perlu saya ingatkan dalam kesempatan yang baik ini,” katanya penuh optimis.

SBY juga mengingatkan bahwa Pilkada itu urusan politik, politik itu keras memang, kadang-kadang juga seperti segala cara bisa dihalalkan meskipun dia tidak pernah melakukan itu selama 10 tahun memimpin Indonesia, atau ikut pemilu 2004, 2009 dan 2014.

“Tapi berjuang habis-habisan, berjuang sekuat tenaga, berjuang di jalan Allah sambil mentaati konstitusi undang-undang dan aturan yang berlaku. Itu yang saya lakukan dulu, Alhamdulillah Tuhan izinkan saya memimpin. Jadi kalau saya memberi nasehat beberapa hari mendatang ini justru berdoa pada Allah mohon pertolongan Tuhan, terus lakukan langkah-langkah untuk menghadapi pemungutan suara dan penghitungan suara,” katanya.

“Waspada, ingat politik itu keras tetapi tetap pada jalan yang benar. InsyaAllah, Allah akan memberikan jalan dan akan merestui, meridhoi, menakdirkan pasangan Mas Aji dan Mas Gagarin untuk menjadi pemimpin Pacitan lima tahun mendatang,” pungkas SBY. (tis)

Leave a reply