Pilwali Surabaya Jadi Perang Bintang Dukungan Tokoh Nasional

0
103

SabdaNews.com – Pilwali Kota Surabaya 9 Desember 2020 ibarat perang bintang. Sebab banyak tokoh terkenal terlibat aktif di dua kubu pasangan calon yang akan berkontestasi. Di kubu paslon 01 Eri-Armuji (ErJi) menjual sosok Wali Kota Tri Rismaharini, sedangkan di paslon 02 Machfud Arifin -Mujiaman (MaJu) ada figur Dahlan Iskan.

Tak hanya tokoh lokasl asal Surabaya, tokoh nasional pun ikut turun gelanggang memberikan dukungan. Di kubu paslon 01 Erji setidaknya ada nama Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, lalu politisi senior Djarot Syaiful Hidayat, Arief Wibowo, Rieke Diah Pitaloka hingga artis Giring Nidji (PSI).

Sementara di kubu 02 MaJu ada tokoh senior Partai Golkar, Akbar Tanjung, Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Zulkifli Hasan (Ketua Umum PAN), Anis Matta (Ketua Umum Partai Gelora). Mereka semua terjun langsung ke Surabaya mengkampanyekan pasangan yang mereka dukung menjadi pemimpin Kota Surabaya lima tahun kedepan.

“Memang layak kalau pilwali Surabaya ini disebut perang bintang. Sebab banyak tokoh nasional yang terlibat. Mereka ini elit papan atas. Ini istimewa, tidak ada di pilkada daerah lain,” kata Ketua Lembaga Transformasi (Letram), Mochamad Mubarok Muharam, Minggu (29/11/2020).

Menurut Doktor ilmu politik dari Unair Surabaya ini, tentunya kedatangan para tokoh nasional itu bukan sekedar sebuah seremonial atau menambah rasa percaya diri calon kepala derah. Namun, mereka juga bisa menarik dukungan massa untuk menambah kekuatan calon kepala daerah yang didukung.

Bahkan lebih jauh lagi, menurut pria yang akrab disapa Cak Barok ini, para tokoh nasional itu datang untuk menghidupkan simpul-simpul di basis massa untuk bergerak di akar rumput. Sebab, sebagai tokoh nasional tentu mereka punya jaringan yang sudah dirawat selama ini.

“Para tokoh itu tentunya punya jaringan dan basis massa di Surabaya, sehingga kehadiran mereka sekaligus menggerakan massa di akar rumput,” kata Dosen Fisipol Undar, Jombang itu.

Barok mengingatkan, dari survei yang dirilis sebuah lembaga survei belum lama ini, masih ada 14 persen responden yang menjawab tidak tahu dan 40 persen yang baru menentukan pilihan menjelang hari H pencoblosan. Itu artinya, calon pemilih yang belum menentukan pilihan atau massa mengambang (swing votter) masih cukup tinggi.

Karena itu, dengan kharisma yang melekat dari para tokoh nasional tersebut, kata-kata mereka akan didengar dan cenderung diikuti publik. Sebab, mereka ini ibarat magnet yang bisa menarik dukungan rakyat ke calon yang mereka dukung.

“Saya kira tokoh nasional sekaliber Megawati, Prabowo dan Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY juga patut terjun di Surabaya. Mereka bisa menjadi senjata pamungkas di sisa waktu masa kampanye ini untuk memenangkan calon yang didukung,” pungkasnya. (tis)

Leave a reply