DPRD Polewali Mandar Jajaki Peluang Bisnis dengan Bali dan Jatim

0
197

SabdaNews.com – Kondisi penurunan ekonomi di semua daerah Indonesia akibat dampak Covid-19 mendorong para pemangku kebijakan berkreasi untuk recovery ekonomi. Salah satunya dengan melakukan penjajakan peluang bisnis dalam negeri.

Upaya ini dilakukan Jupri Mahmud, Ketua DPRD Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat dengan membangun perluasan jaringan ekonomi dengan Provinsi Bali dan Jawa Timur.

“Dalam situasi resesi ekonomi nasional seperti sekarang ini, pemerintah daerah harus berani menjalin konektivitas dengan daerah lain untuk saling menguatkan,” terang Jupri Mahmud disela kunjungannya ke Provinsi Bali, Jumat (6/11/2020).

Politisi muda asal Partai Golkar ini menemui sejumlah pengusaha Bali I Gusti Nyoman Darmaputra (Owner DNI) dan Riko Abdiono (CEO berassurabaya.com) asal Jawa Timur.

“Saya Presentasi investasi bisnis perkebunan komoditas asli Polewali Mandar seperti kopi kakao dan beras,” terang Jupri yang juga Ketua Umum HIPMI Sulbar ini.

Menurutnya, di Polewali Mandar itu memiliki lahan pertanian terluas di Sulawesi barat. “Kami siap Kirim beras ke Bali dengan konsep pemasaran online,” terangnya.

Hasil pertanian di daerah yang terkenal dengan budaya suku Mandar ini, sudah mengembangkan beras dalam bentuk organik dan non organik. Hasil panen di Polewali Mandar juga cukup melimpah dan Surplus.

“Ini kami penjajakan dulu, dalam rangka pemulihan ekonomi pasca covid. Saya melihat Pasar di Bali masih terbuka setelah covid nanti,” ujarnya.

Begitu juga dengan industri Kakao yang jumlahnya juga cukup besar dan punya kualitas tersendiri. Nantinya Kakao dari Polewali mandar bisa mensupplai industri UMKM atau Industri Cokelat skala besar yang ada di Bali maupun Jatim.

“Kakao kami kualitasnya ekspor sangat bagus, jumlahnya melimpah dan kita sudah kerjasama dengan barry callebout dari Swiss yang salah satu pabriknya ada di Jatim,” pungkasnya.

Sementara itu Pengusaha Bali IGN Darmaputra mengatakan bulan November 2020 ini wisata Bali sudah berangsur pulih dengan kunjungan wisatawan domestik. Ini artinya ekonomi sudah mulai bergeliat dan siap untuk di hidupkan kembali dengan konsep kersama dengan daerah lain.

“Dampak Covid memang sangat memukul pengusaha di Bali, tapi bukan berarti kita diam ditempat,” ucap Darma yang juga Ketua Umum HIPMI Bali 2017-2020 yang kini menjabat Ketua Dewan Pembina BPD HIPMI Bali ini penuh semangat.

Menurut Darma, segala bentuk inovasi dalam rangka recovery ekonomi terus dilakukan. Iapun menyambut baik ketika ada penawaran bisnis dari Sulawesi Barat dan Jawa Timur.

“Kami siap melakukan kerjasama bisnis dengan daerah lain. Bali siap menerima investasi dari manapun. Khususmya komiditi dari Sulbar maupun Jatim,” jelas Pengurus BPP HIPMI bidang IX ini.

Senada Pengusaha asal Jatim Riko Abdiono mengatakan salah satu bisnis yang lumayan bertahan di masa Covid 19 ini adalah bidang Agriculture atau pertanian pangan serta perkebunan. Namun saat ini sistem perdagangan sebagian dilakukan se cara online.

Tawaran dan peluang dari Sulawesi Barat ataupun Bali harus segera diwujudkan. “Perdagangan komoditi pangan antar pulau sudah tidak serumit dulu, tinggal bagaimana kita bisa meningkatkan lagi kuantitas agar ekonomi Indonesia segera lepas dari Resesi,” sebut Riko yang juga pengurus BPP HIPMI bidang V (Pertanian, Kemaritiman dan Perkebunan). (pun)

Leave a reply