Diduga Penyusup Aksi Tolak UU Omnibus Law, Ratusan Pemuda Diamankan Polisi

0
414

SabdaNews.com – Ratusan massa aksi dari kalangan pemuda yang ikut unjuk rasa menolak Undang-Undang Omnibus Law atau Cipta Kerja di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Selasa (20/10/2020) terpaksa diamankan aparat kepolisian yang menjaga jalannya aksi agar tetap tertib dan aman.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo mengatakan, jumlah pemuda yang diamankan aparat sebanyak 169 orang. Polisi melihat, mereka ini di luar bagian penyampaian pendapat seperti yang sudah direncanakan.

“Ada indikasi yang kita amankan dengan membawa bom molotov, kemudian pilog untuk vandalisme dan miras,” kata Trunoyudo.

Kendati demikian pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail. Seratusan pemuda yang diamankan tersebut saat ini tengah dilakukan pendalaman di Polrestabes Surabaya.

“Nanti kita klasifikasi dulu. Karena masih proses identifikasi dan pendalaman oleh tim penyidik,” ungkap Trunoyudo.

Sementara untuk pengamanan pada massa aksi hari ini, lanjut Trunoyudo, kekuatan aparat yang dikerahkan sebanyak 4.147 personel. Mereka terdiri dari unsur kepolisian, TNI, pemadam kebakaran, Satpol PP, dinas pendidikan, dan juga dinas kesehatan.

Seluruh personel itu sebar di 13 titik seperti pemerintahan, jalur keluar masuk Kota Surabaya, dan juga di sentra ekonomi. “Kita sebar kekuatannya,” tegasnya.

Sementara, Kordinator Umum Gerakan Tolak Omnibus Law (Getol) Syafiudin mengatakan, tututan pada massa aksi kali ini masih sama yakni menolak Undang-Undang Omnibus Law. Tuntutan yang disuarakan hanya satu yakni pembatalan undang-undang tersebut.

“Tetap tuntutannya adalah batalkan dan terbitkan Omnibus Law,” tegas Syafiudin.

Menurutnya, Undang-Undang Omnibus law dinilai banyak merugikan masyarakat. Tidak hanya kaum buruh, melainkan juga pemilik tanah. Ada empat undang-undang yang disederhanakan justru merugikan masyarakat. (pun)

Leave a reply