Ngaku Anggota KPK Tipu Kasek MI di Cerme Berhasil Diciduk Polres Gresik

0
118

SabdaNews.com – Jajaran kepolisian Polres Gresik berhasil mengungkap sekaligus meringkus pelaku tindak pidana penipuan dengan cara mengaku sebagai penyidik Tipikor polda Jatim dan anggota KPK dengan sasaran warga Betiting Cerme Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan bahwa kasus penipuan (pasal 378) ini terjadi pada awalnya Bulan September lalu. Terduga pelaku H. Vicky Andreanto alias H Mohammad Ilyas mendatangi Khoirul Anam mengaku berprofesi sebagai Penyidik Tipikor Polda Jatim dan Anggota KPK.

Maksud dan tujuan menemui Khoirul adalah mendapatkan perintah dari pemerintah Pusat untuk memberikan program Bantuan di Sekolah MI berupa Dana Hibah Nasional dengan total anggaran sebesar Rp.350.000.000.

Syaratnya, Khoirul Anam terlebih dulu harus mengeluarkan uang sebesar Rp.5.750.000, untuk pengurusan Pajak dan pencairan dana Hibah tersebut. Untuk meyakinkan korban, pelaku saat itu pelaku memakai Masker bertuliskan Tipikor, serta menunjukkan Borgol.

Selang beberapa hari, Muhammad Ilyas kembali mendatangi Khoirul di Ds.Betiting Kec. Cerme Kab.Gresik sambil menunjukkan sebuah koper yang berisikan uang sambil menerangkan bahwa uang tersebut adalah milik Sekolah MI lain yang sudah melakukan pembayaran pengurusan dan pajak untuk mencairkan dana hibah dari pusat.

Karena tergiur dan percaya kemudian Khoirul Anam memberikan uang sebesar Rp.5.750.000 kepada Mohammad Ilyas dan dijanjikan oleh pelaku bahwa uang dana hibah akan segera dicairkan paling lambat tanggal 9 Oktober 2020.

Namun janji tinggalah janji, setelah jatuh tempo tanggal 9 Oktober 2020 pelaku Mohammad Ilyas menghilang sudah tidak bisa dihubungi lagi. Karena merasa dirugikan korban kemudian melaporkan kasus penipuan tersebut ke polsek Cerme.

“Pasal yang dipersangkakan yaitu Pasal 378 KUHP. Yang berbunyi :”Barang siapa dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri / orang lain dengan melawan hak/hukum dengan memakai nama palsu/ keadaan palsu,” ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Senin (19/10/2020).

Tersangka diketahui bernama H.Vicky Andreanto alias H Muhammad Ilyas Bin Sukandar warga Dsn.Selat Barat Rt 0/0 Ds.Selat Kec. Narmada Kab.Lombok Barat Prov.Nusa Tenggara Barat

Barang Bukti yang berhasil diamankan petugas berupa 1 (satu) Lembar Kwitansi untuk Pajak Pencairan Dana Hibah Nasional untuk pembangunan Gedung MI Miftakhul Ulum Ds.Betiting Kec. Cerme Kab.Gresik sebesar Rp.350.000.000, senilai Rp.5.750.000,tanggal 6 Oktober 2020 dari Khoirul Anam, 1 (satu) Lembar E KTP,
1 (satu) Senjata Api Mainan Jenis Pistol berwarna Hitam, 1 (satu) Rompi warna Hitam bertuliskan KPK, 5 (lima) Masker bertuliskan Tipikor, 1 (satu) Pin KPK,1 (satu) Lencana Advocad, 2 (dua) buah Stempel,
1 (satu) Borgol, 1 (satu) lembar Brosur Informasi Pengaduan ke KPK.

Kemudian 1 (satu) Koper Berisikan Uang Mainan terdiri dari pecahan seratus ribuan, pecahan lima puluh ribuan, pecahan Dua puluh ribuan, pecahan sepuluh ribuan, Pecahan lima ribuan, pecahan dua ribuan, pecahan seribuan, 1 (satu) Lembar Buku Rekening Tabungan Tahapan BCA nomor rekening 20202446211 an.Muhammad Ilyas. 1 (satu) lembar Buku Rekening Tabungan BNI Taplus nomor rekening 0454977057 an.Muhammad Ilyas dan1 (satu) Baju Toga berwarna Hitam .

“Kalau berkas penyidikan tuntas, segera berkas kami limpahkan ke kejaksaan untuk segera disidangkan,” pungkas AKBP Arief Fitrianto. (zin)

Leave a reply