Warga Kombangan Wadul Abdul Halim Soal Sulitnya Penuhi Kebutuhan Air Bersih

0
66

– Sumber air terdekat berjarak 4 km

BANGKALAN.SabdaNews.com – Pulau Madura dikenal sebagai daerah gersang sehingga persoalan pemenuhan kebutuhan air bersih mendominasi setiap memasuki musim kemarau. Hal itu juga terungkap saat Abdul Halim SH, MH anggota DPRD Jatim menggelar reses di Desa Kombangan Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan, Selasa (15/9/2020).

Pengasuh Ponpes Al Aula Kombangan, Geger, Bangkalan KH Fawaid Abdullah, SH, MHI berharap wakil rakyat Madura di DPRD Jatim bisa memperjuangkan dan mencarikan solusi terkait pemenuhan air bersih masyarakat Kombangan karena sangat dibutuhkan.

Ia mengaku sudah berusaha meminta bantuan Mbak Yenny Wahid, hingga Kementerian ESDM menurunkan tim ahli geolistrik dari ITB untuk mencari sumber air. “Hasilnya, memang tidak ditemukan sumber air di wilayah Kombangan, ” jelas kiai Fawaid.

Potensi sumber air terdekat dari Kombongan, lanjut Kiai Fawaid ada di daerah Geger yang berjarak 4 Km. Karena itu pihaknya bersama tokoh masyarakat lainnya berinisiatif membeli lahan di Geger untuk dijadikan lokasi sumur pengeboran dan tandon air bersih untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Kombongan.

“Setelah dikonsultasikan, pemerintah pusat sulit merealisasikan karena lokasi pengeboran di luar desa. Kami berharap DPRD Jatim bisa memperjuangkan dan mencarikan solusi agar masalah air bersih bisa segera teratasi,” jelasnya.

Masih di tempat yang sama, KH Nur Hasan menambahkan bahwa selama 25 tahun lebih menjadi ketua ranting NU Kombangan, persoalan pemenuhan air bersih tak kunjung teratasi.

“Saya berharap Pak Abdul Halim bisa mewujudkan keinginan masyarakat Kombongan, khususnya sejumlah pesantren yang sangat membutuhkan air bersih. Ini juga akan menjadi amal jariyah Pak Halim dan akan dikenang oleh masyarakat Kombangan dan sekitarnya,” pinta kiai Nur Hasan.

Sementara itu, kordinator AKSI (Anak Kombangan Satu Hati) Junaidi menegaskan bahwa kebutuhan utama dan mendesak bagi warga Kombangan adalah pemenuhan air bersih. Selain itu masyarakat juga perlu pemberdayaan ekonomi melalui UMKM.

“Generasi muda Kombangan ingin bekerjasama dengan program-program pemerintah khususnya untuk pemberdayaan dan ketrampilan. Produk andalan pertanian Kombangan adalah ketela pohon, kami harap UMKM diberdayakan untuk mengolah ketela menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomis, ” harap Junaidi.

Menanggapi aspirasi dan usulan masyarakat, Abdul Halim menyatakan bahwa persoalan utama warga Kombangan adalah penyediaan air bersih. Mengingat, di daerah ini sumber air sangat sulit. Bahkan sudah dilakukan kajian dan penelitian dari ITB.juga tidak menemukan sumber air bawah tanah yang potensial.

Namun warga sejatinya sudah menemukan alternatif solusi, hanya persoalannya terkendala anggaran karena biaya yang dibutuhkan cukup besar sehingga perlu campur tangan dari pemerintah.

*Kami akan coba bicarakan dengan Dinas ESDM Jatim dan Pemkab Bangkalan, sebab idealnya masalah ketersediaan air bersih ini bisa ditangani BUMD seperti PDAM karena sudah lintas desa,” kata anggota Komisi bidang Pembangunan DPRD Jatim.

Diakui Abdul Halim, BUMDes dan karang taruna sebenarnya bisa mengelola ikut mengelola penyediaan air bersih jika bisa direalisasikan pembangunan tandon dan sumur bor di wilayah Geger. “Terlebih masyarakat juga tak keberatan jika harus membayar untuk kebutuhan air bersih sehari-hari,” imbuhnya.

Sementara menyangkut pemberdayaan ekonomi dan pemuda, politisi Partai Gerindra ini menjanjikan akan mensinergikan dengan program Pemprov Jatim melalui stimulan dana hibah dan pemberian pelatihan ketrampilan serta pendampingan.

“Paling cepat bisa kami realisasikan pada P-APBD Jatim 2021. Tapi karena bersifat stimulan sehingga diprioritaskan bagi UMKM yang sudah berjalan, bukan mulai dari nol atau merintis usaha,” jelas Abdul Halim.

Begitu juga sektor pendidikan yang membutuhkan rehab gedung maupun penambahan lokal. “Pengajuan bantuan hibah untuk APBD Jatim 2021 sudah tutup, sehingga baru bisa diajukan pada perubahan APBD 2021,” pungkasnya. (ud)

Leave a reply