Dampak Covid-19 Juga Dirasakan Masyarakat Ujung Pulau Madura

0
65

SUMENEP.SabdaNews.com – Pandemi Covid-19 yang melanda berbagai belahan dunia, dampaknya juga dirasakan masyarakat ujung Pulau Madura, tepatnya di Desa Guluk-Guluk Kecamatan Guluk- Guluk Kabupaten Sumenep.

Hal itu terungkap saat anggota DPRD Jatim dari Dapil Madura, Achmad Iskandar menggelar reses di Dusun Berkas, Desa Guluk-Guluk Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Selasa (15/9/2020).

Kegiatan serap aspirasi masyarakat yang kedua di tahun 2020 ini berlangsung di tengah kondisi pandemi Covid-19. Tak ayal protokol kesehatan juga tetap diberlakukan, seperti menjaga jarak, menggunakan masker dan membatasi jumlah peserta dalam pertemuan.

“Selain menyerap aspirasi, kami juga menyosialisasikan pentingnya protokol kesehatan. Sebab obat agar terhindar dari Covid-19 yang mujarab saat ini adalah mematuhi protokol kesehatan karena vaksinnya belum ditemukan,” kata Wakil Ketua DPRD Jatim.

Politisi Partai Demokrat ini mengaku bersyukur karena Covid-19 belum sampai melanda warga Guluk-Guluk karena mayoritas masyarakatnya petani sehingga fisik dan imunitasnya kuat dan tak mudah tertular penyakit, termasuk Covid-19.

“Walaupun demikian, sosialisasi protokol kesehatan tetap penting, sebab kita tidak tahu siapa pembawa virus corona diantara kita, sehingga upaya preventif (mencegah) harus dikedepankan daripada kuratif (mengobati), ” tegas politisi asli Sumenep.

Sementara aspirasi masyarakat yang disampaikan, kebanyakan masih seputar dampak covid-19. Alasannya, seluruh hasil pertanian dan peternakan harganya turun drastis sehingga nilai tambah petani juga ikut turun.

“Hasil pertanian lombok dan tembakau harganya turun drastis, begitu juga dengan harga telor dan daging,” beber Achmad Iskandar.

Untuk antisipasi adanya resesi ekonomi, Iskandar juga menyarankan kepada masyarakat supaya melakukan berbagai antisipasi seperti menyiapkan lumbung pangan dan tidak konsumtif.

“Kalau bisa minta pendampingan untuk program pemberdayaan ekonomi (UMKM) sehingga hasil pertanian tidak langsung dijual tapi diolah terlebih dulu supaya memiliki nilai tambah lebih,” terang mantan Kabiro Administrasi Pemerintahan Pemprov Jatim ini.

Di sisi lain, generasi muda juga harus diberikan ketrampilan melalui balai latihan kerja atau mengikuti program Kartu Pra Kerja yang dibuka pemerintah secara online, sebab dampak pandemi ini banyak tenaga kerja yang dirumahkan atau di PHK karena industri juga mengalami kontraksi.

“Kita juga perlu berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga perekonomian bisa normal kembali,” pungkas Achmad Iskandar. (pun)

Leave a reply