Khofifah Keluhkan Pejabat Pemprov Jatim Pakai Kaca Mata Kuda 

0
598

– Yang pasti bukan Boedi Prijo Soeprijatno Kepala Bapenda Jatim

SabdaNews.com – Kabar miring birokrat di lingkungan Pemprov Jatim kurang sejalan dengan langkah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa nampaknya bukan isapan jempol belaka. Pasalnya, orang nomor satu di lingkungan Pemprov Jatim itu langsung menyentil adanya perlakuan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang suka menggunakan kaca mata kuda.

“Ada yang tidak memperhatikan saya. Kadang saya melihat pimpinan OPD tertentu kalau berjalan tidak melihat kanan–kiri, karena dia merasa wah sayalah yang paling penting dari seluruh OPD Pemprov, tapi itu bukan pak Budi (kepala Bapenda Jatim),” kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sambutan acara pengudian hadiah tabungan umroh untuk 10 wajib pajak kendaraan bermotor patuh di kantor Bapenda Jatim, Rabu (12/8/2020) kemarin.

Mantan Mensos RI juga merasa heran dengan perilaku sejumlah kepala OPD Pemprov Jatim karena untuk apa hal itu dilakukan. “Kita ini adalah satu kesatuan. Yang saya ingin kita bisa menjadi bagian yang bisa memberikan penguatan yang satu dengan yang lainnya,” pinta Ketum PP Muslimat NU ini.Terpisah, pengamat politik dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) Umar Sholahudin menilai Gubernur Jatim saat ini tengah menghadapi masalah di internal Pemprov terkait dengan konsolidasi Khofifah Indar Parawansa di jajaran birokrat Pemprov yang belum selesai.

“Sepertinya masih ada duri dalam birokrasi, kenapa ada sikap dan perilaku seperti itu dari bawahannya. Ada 2 kemungkinan, bisa karena faktor Khofifah sebagai pemimpin yang belum mampu menggerakkan roda orang secara optimal. Dan faktor Khofifah yang lahir bukan dari orang birokrasi sehingga mungkin belum memahami kultur birokrasi Pemprov Jatim termasuk aparaturnya,” kata Umar Sholahudin, Kamis (13/8/2020).

Di sisi lain, kata Direktur Parliament Watcth Jatim itu bisa jadi karena faktor bawahannya yang kurang mampu beradaptasi dengan kebiasaan dan karakter Gubernur Khofifah yang lebih suka nonprotokoler dan gaya leadership cekatan.

“Persoalan internal ini kalau dibiarkan berlarut-larut setidaknya bisa berdampak pada kinerja penanganan pandemi Covid-19 yang sulit diprediksi kapan akan berakhir,” jelas Umar Sholahudin.

Ia berharap Gubernur Khofifah bisa menyelesaikan Pekerjaan Rumah (PR) masalah internal lebih dulu agar masalah eksternal bisa optimal untuk diselesaikan.

“Saya kira perlu pendekatan nonformal (bukan birokratis) untuk berinteraksi dann komunikasi dengan jajaran OPD dan lainnya,” pungkas Umar. (tis)

Leave a reply