Sekdaprov ; Warga Jatim Tak Disiplin Bermasker Tinggal 32 Persen

0
256

SabdaNews.com – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjojo menyatakan bahwa tingkat kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat Jawa Timur dalam menggunakan masker saat di luar rumah meningkat drastis, paska Presiden RI Joko Widodo mengintruksikan supaya sebaran Covid-19 dapat dikendalikan dalam waktu dua minggu.

Sebagaimana diketahui bersama, saat orang nomor satu di Indonesia mengunjungi Jawa Timur pada 25 Juni lalu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur melaporkan bahwa salah satu penyebab tingginya sebaran kasus Covid-19 berdasarka hasil kajian epidemiologis FKM Unaiar adalah masih rendahnya tingkat kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat untuk menggunakan masker di luar rumah dan menjaga physical distancing.

“Memang dalam posisi seperti kedisiplinan menggunakan masker atas studi yang dilakukan FKM Unair sudah mulai baik. Yang dulunya 70 hingga 80 persen tak bermasker sekarang tinggal 32 persen yang tidak memakai masker,” kata Heru Tjahjono usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Jatim, Kamis (9/7/2020).

Menurut Heru, ada perbaikan yang signifikan dalam kedisiplinan terhadap protokol kesehatan di wilayah Surabaya Raya sehingga laju sebaran bisa ditekan dan tingkat kesembuhan menjadi meningkat. “Seperti cafe itu ada perbaikan (sudah menggunakan masker, red),” jelasnya.

Dibeberkan Heru bahwa arahan Presiden Joko Widodo untuk menangani Covid-19 dalam rangka percepatan selama dua pekan. “Kemarin kita melakukan rapat untuk membuat laporan. Tadi malam sama Bu Gubernur membuat laporan untuk menyampaikan kepada Pak Presiden melalui Pangkogabwilhan II. Secepatnya akan kami kirim,” terangnya.

Kendati masa arahan Presiden hanya berlaku dua minggu, namun tim Satgas Covid-19 Jatim dibawah komando Ibu Gubernur akan terus melakukan testing dan tracing terus secara massif sehingga decara otomatis kasus Covid-19 masih meningkat dalam beberapa waktu kedepan.

“Namun, tingkat kesembuhannya juga meningkat di Surabaya Raya dan tingkat kematian juga mulai landai,” kata mantan bupati Tulungagung ini.

Recovery Rate Jatim Terus Naik Signifikan dalam Dua Pekan Terakhir, Tembus 2.150 Pasien Sembuh Baru

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa selaku ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim mengatakan bahwa upaya mengendalikan pandemi covid-19 di Jatim mulai membuahkan hasil yang signifikan. Hal itu salah satunya ditunjukkan dari meningkatnya angka kesembuhan (Recovery Rate) pasien positif Covid-19.

Per hari Rabu 8 Juli 2020 angka recovery rate kasus covid-19 Jatim ada di angka 37,34 persen. Dimana berdasarkan update data Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim angka kasus covid-19 Jatim hari Rabu tembus 14.941 kasus. Dari jumlah tersebut ada sebanyak 5.579 orang yang dinyatakan telah berhasil sembuh atau setara dengan 37,34 persen.

“Dengan kesembuhan kasus yang terus bertambah ini semoga ke depan semakin banyak warga Jatim yang sembuh dari Covid-19. Serta, dalam waktu yang sama jumlah kematian diharapkan akan terus menurun,” harap Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Rabu (8/7) malam.

Khofifah, sapaan akrab Gubernur Jatim, menjelaskan, angka kesembuhan ini naik cukup signifikan dibandingkan recovery rate Covid-19 Jatim pada tanggal 25 Juni 2020. Saat itu, kesembuhan kasus positif Jatim masih di angka 32,56 persen. Dimana saat itu dari kasus sebanyak 10.532, yang sembuh sebanyak 3.429 orang.

“Artinya, dalam 14 hari terakhir, terdapat 2.150 orang pasien yang berhasil sembuh dari Covid-19. Recovery rate kasus covid-19 hari ini sekaligus menjadi capaian tertinggi selama dua bulan terakhir secara persentatif,” ungkap gubernur perempuan pertama di Jatim.

Ia optimitis dengan tingginya angka kesembuhan pasien Covid-19 ini maka Jatim bisa segera melalui masa New normal Life sesuai harapan Presiden Jokowi. Khofifah juga yakin dengan percepatan layanan kepada pasien positif Covid-19 di Jatim maka akan semakin baik.

Terlebih, Pemprov Jatim bersama Pangkogabwilhan II telah meluncurkan aplikasi sistem rujukan satu pintu atau disebut One Gate Referral System di RS Darurat Lapangan Indrapura. Dimana, sistem tersebut akan memuat data ketersediaan fasilitas pelayanan pasien Covid-19 secara real time di 99 RS rujukan di Jatim.

Sistem ini mengintegrasikan data ketersediaan ruang RIK di setiap rumah sakit, ketersediaan ruang isolasi bertekanan negatif maupun tidak bertekanan negatif, ketersediaan ICU, hingga ketersediaan ruang HCU di masing-masing RS rujukan Covid-19.

“Dengan sistem ini harapannya ada distribusi pasien yang lebih memungkinkan memberikan percepatan layanan sesuai kualifikasi kondisi pasien,” harap mantan Menteri Sosial ini.

Untuk meningkatkan angka kesembuhan, Gubernur Khofifah pun kembali meminta kepada para survivor Covid-19 untuk melakukan donor plasma sebagai bagian dari ikhtiar menyembuhkan pasien positif lainnya. “Terapi plasma darah dilakukan di Jatim guna mempercepat proses penyembuhan pasien covid-19,” jelasnya

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan apresiasi sangat tinggi kepada seluruh tim dan tenaga medis yang telah bekerja keras luar biasa di garda terdepan. (tis)

Leave a reply