Hari Terakhir PSBB Jilid II, Jatim Kembali Pimpin Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Indonesia

0
398

– Rekornas ke-7, tambah 233 kasus baru dan Surabaya tembus 2.095 kasus

SabdaNews.com – Di penghujung pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya jilid II, Provinsi Jawa Timur kembali memimpin penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Indonesia dengan penambahan sebanyak 233 kasus baru. Rekornas ketujuh kalinya ini dicatatkan Jatim ini juga tak luput dari sumbangsih besar Kota Surabaya yang menambah sebanyak 120 kasus baru.

“Hari ini kasus yang terkonfirmasi positif covid-19 di Jatim ada tambah sebanyak 233 kasus baru sehingga total ada 3.875 kasus positif covid-19 di Jatim. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.839 orang (77,95%) masih dirawat, 506 orang (13,06%) dinyatakan sudah sembuh dan 303 orang (7,82%) yang meninggal dunia,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Senin (25/5/2020) malam.

Menurut orang nomor satu di Pemprov Jatim, penambahan kasus baru yang terkonfirmasi positif masih didominasi Kota Surabaya sebanyak 120 kasus, disusul Sidoarjo 30 kasus, Tuban 20 kasus, Kota Kediri 13 kasus, Lamongan 7 kasus, Kab Probolinggo 6 kasus, Bojonegoro 6 kasus, Gresik 6 kasus, Kab Mojokerto 5 kasus, lumajang 4 kasus, Jombang 4 kasus, Magetan 4 kasus, KOta Probolinggo 3 kasus, Trenggalek 2 kasus, Banyuwangi 1 kasus, Nganjuk 1 kasus, Pamekaan 1 kasus dan Kab Pasuruan 1 kasus.

“Kita juga bersyukur karena hari ini pasien yang sembuh bertambah 17 orang yakni 9 dari Surabaya, 2 dari Gresik, 2 dari Kab Probolinggo, 1 dari Jember, 1 dari Kab Kediri, 1 dari Trenggalek, dan 1 dari Sampang. Namun kita turut berduka karena yang meninggal bertambah 9 orang yakni 5 dari Surabaya, 2 dari Sidoarjo, 1 dari Nganjuk dan 1 dari Lamongan,” ungkap Khofifah.

Ia meminta kepada seluruh masyarakat Jatim untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan berlipat melalui berdisiplin mematuhi protokol kesehatan. Sebab penularan virus covid disease 2019 masih sangat massif di berbagai daerah di Jatim, sehingga realitas tersebut menjadi pertimbangan memperpanjang pelaksanaan PSBB di Surabaya Raya yang selama ini masih menjadi episentrum sebaran covid-19 di Jatim.

Sementara untuk kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan), lanjut Khofifah bertambah 248 kasus sehingga akumulasinya menjadi 5.809 kasus PDP di Jatim. “Dari jumlah terebut, sebanyak 2.712 orang masih diawasi, 2.544 orang sudah tidak diawasi dan 553 orang yang meninggal dunia,” beber gubernur perempuan pertama di Jatim.

Selanjutnya untuk kasus ODP (Orang Dalam Pemantauan) bertambah sebanyak 119 kasus sehingga totalnya menjadi 23.761 kasus ODP di Jatim. “Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.054 orang masih dipantau, lalu sebanyak 19.612 orang sudah tdak dipantau dan 95 orang yang meninggal dunia,” pungkas mantan Mensos RI ini. (pun)

Leave a reply