Jatim Cetak Rekornas ke-4 Penambahan Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19

0
161

– Hari ini tambah 502 Positif, 69 PDP, 120 ODP

SabdaNews.com – Hanya berselang 5 hari, Jatim kembali mencetak rekor nasional keempat kalinya untuk penambahan kasus baru terkonfirmasi positif covid-19. Bahkan penambahan kasus baru kali hampir tiga kali lipat dari rekornas yang dicatatkan pada 16 Mei 2020 dengan jumlah sebanyak 167 kasus terkonfirmasi positif covid-19.

“Hari ini kasus yang terkonfirmasi positif bertambah sebanyak 502 kasus baru seperti yang diumumkan nasional. Namun yang sudah jelas berdasarkan asal daerah pasien baru sebanyak 451 orang,” ujar dr Jono Wahyuhadi kepala gugus kuratif Satgas Covid-19 Jatim di Surabaya, Kamis (21/5/2020) malam.

Penambahan kasus baru yang terkonfirmasi positif terbanyak berasal dari Surabaya 311, Sidoarjo 57, Kab Probolinggo 31, Gresik 27, Nganjuk 4, Kota Malang 3, Lamongan 2, Kab Mojokerto 2, Kab Bangkalan 2, Kota Batu 2, Kota Pasuruan 2, Bojonegoro 2, Kota Blitar 1, Kab Kediri 1, Kota Probolinggo 1, Magetan 1, dan Tuban 1.

“Jadi untuk daerah yang melaksanakan PSBB seperti Surabaya Raya totalnya hari ini bertambah sebanyak 395 kasus baru dan Malang Raya bertambah 6 kasus baru yang terkonfirmasi positif covid-19,” jelas dirut RSUD dr Soetomo Surabaya.

Dari hasil tracing, penambahan sebanyak 502 kasus baru positif covid terbesar dari orang yang sebelumnya sudah berstatus PDP sebanyak 53,3 persen. Kemudian dari OTG sebanyak 34,2 persen dan ODP sebanyak 12,4 persen.

“Kalau OTG yang statusnya menjadi positif covid-19 naik menjadi 34,2 persen, itu artinya sangat berbahaya sebab OTG itu kondisi klinisnya sehat tidak ada gejala sama sekali. Padahal OTG itu sudah bisa menjadi sumber infeksi (penularan) bagi orang lain,” tegas dr Joni.

Untuk antisipasi penularan, kata dr Joni pihaknya mengimbau supaya masyarakat disiplin mentaati protokol kesehatan, memakai alat pelindung diri seperti masker saat keluar rumah, menerapkan physical distancing, social distancing, mencuci tangan dengan sabun serta mengiolasi diri jika berpotensi carier.

“Kalau bisa gunakan masker untuk menutup mulut dan hidung, serta gunakan kaca mata, sebab penularan terbesar covid-19 itu melalui tiga organ tubuh tersebut. Menggunakan masker juga bisa menghambat penularan hingga 60 persen,” beber Joni Wahyuhadi.

Lebih jauh Joni menjelaskan bahwa dari 2.942 kasus positif covid-19, sebanyak 2.262 orang (76,89%) masih dirawat, lalu 413 orang (14,04%) sudah sembuh dan 258 orang (8,77%) yang meninggal dunia.

Kemudian untuk kasus PDP, bertambah sebanyak 69 kasus baru, sehingga totalnya menjadi 5.267 kasus PDP se Jatim. “Dari jumlah tersebut sebanyak 2.296 orang masih diawasi, lalu 2.456 orang selesai diawasi dan 515 orang meninggal dunia,” ungkap Joni.

Sementara untuk kasus ODP, kata Joni bertambah sebanyak 120 kasus baru, sehingga akumulasinya menjadi 23.271 kasus ODP se Jatim. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.989 orang masih dipantau, 19.190 orang sudah tidak dipantau dan 92 orang yang meninggal dunia.

“Total kasus aktif baik yang terkonfirmasi positif, PDP dan ODP di Jatim sebanyak 8.547 kasus. Sedangkan untuk kasus OTG di Jatim tercatat sebanyak 14.964 kasus,” imbuhnya.

Masih di tempat yang sama, ketua gugus tracing Satgas Covid-19, dr Kohar Haris Santoso menambahkan bahwa penambahan kasus baru terkonfirmasi positif ari ini kebanyakan berasal dari kluster yang sudah ada. Namun juga ada kluster baru dari mereka yang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri maupun antar kota.

“Dibukanya jalur transportasi udara memang ada pengaruh terhadap penambahan kasus yang terkonfimasi positif covid-1. Sebab rata-rata ada 1400-1500 orang yang berangkat dan datang di bandar udara Juanda,” jelas Kohar.

Selain itu ada juga penambahan dari tenaga kesehatan (nakes) sebanyak 20 kasus terkonfirmasi positif. Rinciannya 12 dari tenaga kesehatan (paramedis), 4 dokter umum dan 3 dokter specialis. “Para dokter itu tidak khusus menangani covid tapi melayani pasien biasa yang bisa jadi berstatus OTG,” kata Kohar.

Ia juga menyoroti penambahan di Kab Probolinggo yang cukup tinggi sebanyak 31 kasus yang terkonfirmasi positif. “Hasil tracing yang kami lalukukan penambahan tersebut berasal dari kluster ponpes temboro 8 orang, kluster pasar 11 orang dan pemudik 11 orang,” beber dirut RSUD Syaiful Anwar Malang ini.

Pihaknya berharap masyarakat supaya disiplin sebab berapapun fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah, pasti tidak akan mampu menampung pasien covid-19 jika pola hidup masyarakat masih tidak disiplin mematuhi protokol kesehatan.

“Kunci menanggulangi pandemi covid-19 yang sudah berhasil dilakukan beberapa negara seperti Philipina dan Vietnam adalah kedisiplinan melaksanakan protokol kesehatan baik dari pemerintah dan masyarakatnya,” pungkas Kohar haris Santoso. (tis)

Leave a reply