Treatment Pasien Covid-19 di Jatim Terkendala Minimnya Avigan dan Plasma Confalescent

0
84

– Khofifah Minta RS Rujukan Tingkatkan Kesembuhan dan Turunkan Kematian Pasien Covid-19 di Jatim

SabdaNews.com – Masih tingginya angka kematian dan semakin menurunnya angka kesembuhan pasien covid-19 di Jatim, nampaknya menjadi perhatian serius Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Karena itu orang nomor satu di Pemprov Jatim berharap kepada para tenaga medis bisa meningkatkan progres upaya kuratif dan mitigasi layanan kesehatan menghadapi covid-19.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Khofifah dihadapan perwakilan 99 rumah sakit rujukan covid-19 di Jatim yang hadir dalam acara pembagian ventilator dan CPAP 40 unit ke 20 RS Rujukan dan 1 RS Darurat senilai Rp.20 miliar di gedung negara Grahadi Surabaya, Rabu (20/5/2020).

Menurut Khofifah, seluruh tenaga medis yang tersebar di 99 RS Rujukan Covid-19 merupakan penjaga gawang terdepan dari seluruh proses pelayanan kesehatan pada pasien covid-19.

“Saya mohon staminanya seluruhnya dapat disupport dan dijaga karena berdasarkan data ada tantangan baru bagi kita semua untuk bisa memaksimalkan layanan kepada pasien covid-19 supaya tingkat kesembuhannya semakin meningkat dan sebaliknya tingkat kematiannya semakin menurun,” pintanya.

Diantara support yang dapat diberikan Pemprov Jatim adalah melengkapi alat kesehatan yang ada di RS Rujukan covid-19 supaya layanan yang diberikan bisa sebaik mungkin dan secepat mungkin.

“Hal-hal yang mungkin bisa menjadi pemicu dari kemungkinan layanan yang menjadikan pasien tidak tertolong dan lain seterusnya, saya kemarin minta kepada dr Joni (ketua gugus kuratis satgas covid-19 supaya didiskusikan tapi tidak untuk dipublish untuk saling mencocokkan bagaimana cara memaksimalkan layanan dan mitigasi kita ini harus dilaksanakan dengan cara apa dan bisa terukur,” jelas Khofifah.

Ia mengaku banyak berdiskusi dan mendapat masukan dari ketua gugus kuratif satgas covid-19 Jatim bahkan percepatan penanganan covid-19 itu tergantung pada pada tripple T, yaitu test, tracing dan treatment.

“Hari ini lab yang dapat melakukan test PCR dan TCM test dengan mengubah catride semakin banyak serta optimasinya juga terus ditingkatkan, sehinga testnya bisa dilakukan lebih cepat, luas, dan massiv. Kemudian diikuti dengan tracing yang lebih progressif. Dan rumah sakit mempunyai tugas memberikan treatmentnya,” beber mantan Mensos RI ini.

Khofifah juga mengingatkan bagaimana para tenaga kesehatan bisa terlindungi dengan baik harus diutamakan. Sebab kalau para nakes ini sampai sakit tentu layanan terhadap pasien juga bisa terganggu.

“Kalau APD kurang segera koordinasi dan konfirmasi secara kontinyu. Nakes yang merawat pasien covid-19 juga harus save termasuk saat mereka istirahat mendapat giliran tidak bertugas harus bisa dipastikan mereka aman,” pintanya.

Di tempat yang sama, ketua gugus kuratif Satgas Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengaku dua hari lalu sempat ditanya Menkes soal case fatality rate (kematian) naik dan case recovery rate (kesembuhan) pasien covid-19 justru menurun yang terjadi di beberapa daerah di Jatim.

Oleh karena itu pihaknya mengusulkan untuk melakukan clinikal trial dengan obat-obatan yang sudah kita ketahui seperti Avigan, plasma confalescent, “Kesulitan kita terletak pada donornya untuk plasma convalescent, dan untuk Afigan pada barangnya (obat). Beliau (Menkes) berjanji akan segera membantu Jatim untuk mendistribusikan Avigan dan Plasma confalescent,” kata dr Joni.

Menurut informasi, lanjut dr Joni angka kesembuhan pasien covid-19 yang menggunakan treatment plasma di RSPAD Jakarta angka kesembuhannya cukup besar.

Sementara terkait update kasus sebaran covid-19 di Jatim, kata Khofifah hari ini yang terkonfirmasi positif covid-19 bertambah sebanyak 119 kasus, sehingga akumulasinya menjadi 2.491 kasus positif covid-19 di seluruh Jatim.

“Dairi jumlah tersebut sebanyak 403 orang (16,18%) sudah dinyatakan sembuh, lalu 1.836 orang (73,71%) masih dirawat dan sebanyak 243 orang (9,76%) yang meninggal dunia,” jelas Gubernur Jatim.

Penambahan terbesar hari ini, lanjut Khofifah berasal dari Kota Surabaya 86, Gresik 8, Ngawi 6, Ponorogo 5, Sidoarjo 2, Magetan 2, Pamekasan 2, Jombang 2, Lumajang 1, Kota Batu 1, Kab Kediri 1, kab Mojokerto 1, Lamongan 1, Sampang 1 dan Jember 1.

“Kita bersyukur hari ini pasien yang sembuh bertambah 16 orang, yaitu 12 dari Kota Surabaya, 2 dari Kab Probolinggo, 1 dari Kab Malang dan 1 dari Kab Tulungagung. Tapi kita juga berduka karena yang meninggal bertambah 13 orang, yaitu 8 dari Kota Surabaya, 1 dari Kab Malang, 1 dari Kab Sidoarjo, 1 dari Kab Pusuruan, 1 dari Kab Mojokerto, dan 1 dari Kab Kediri,” beber Khofifah.

Selanjutnya untuk kasus PDP, bertambah 76 kasus, sehingga akumulasinya menjadi 5.274 kasus. “Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.388 orang masih diawasi, lalu 2.377 orang sudah tidak diawasi dan sebanyak 509 orang lainnya meninggal dunia,” beber Khofifah.

Kemudian untuk kasus ODP, lanjut Khofifah bertambah sebanyak 166 kasus, sehingga akumulasinya menjadi 23.151 kasus. “Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.024 orang masih dipantau, 19.065 orang sudah selsai dipantau dan 92 orang lainnya meninggal dunia,” imbuhnya

“Kalau ditotal kasus yang masih aktif baik konfirmasi positif, PDP dan ODP jumlahnya sebanyak 8.248 orang,” pungkas gubernur perempuan pertama di Jatim. (tis).

Leave a reply