Picu Pro dan Kontra, Ijin Sholat Ied di Masjid Al Akbar Surabaya Akan Ditinjau Ulang

0
253

– Koordinator Satgas Covid Jatim Ucapkan Terimakasih atas Masukan IDI

SabdaNews.com – Koordinator Satgas Percepatan Penangan Covid19 Jatim, Heru Tjahjono mengucapkan terimakasih atas masukan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait rencana pelaksanaan sholat Iedul Fitri di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.

Saran IDI, yakni agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur membatalkan izin pelaksanaan sholat Idul Fitri 1441 Hijriah berjamaah di masjid-masjid saat pandemi virus corona disease 2019 (Covid-19) saat ini.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono menjelaskan bahwa pelaksanaan sholat Ideul Fitri di Jatim diserahkan kepada bupati/walikota. Khusus pelaksanaan di Masjid Al Akbar, kata Heru masih akan dirapatkan kembali Pemprov Jatim. “InsyaAllah Senin tanggal 18 Mei besuk kita rapatkan,” ujarnya, Minggu (17/5/2020).

Ia mengakui telah membuat surat himbuan ke pengelola masjid nasional Al Akbar di Surabaya, terkait pelaksanaan sholat Idul Fitri berjamaah di masjid ini dengan tata cara sesuai dengan protokol kesehatan.

Sayangnya, lanjut Heru, banyak pihak yang salah memahami surat yang dikirimkannya kepada pengelola masjid nasional Al Akbar tersebut dipikir untuk seluruh masjid di Jatim.

Seperti diketahui, Pemprov Jatim tertanggal 14 Mei 2020 mengeluarkan surat bernomor 451/7809/012/2020 tentang Imbauan Kaifiat Takbir dan Shalat Idul Fitri.

Surat tersebut ditujukan kepada pengelola masjid nasional Al Akbar di Surabaya. Surat mengacu pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 28 Tahun 2020 tanggal 13 Mei 2020 tentang panduan kaifiat takbir dan Shalat Idul Fitri saat pandemi Covid-19.

Terdapat empat hal yang wajib dipenuhi panitia penyelenggara Shalat Idul Fitri di masjid nasional Al Akbar Surabaya. Pertama, panitia penyelenggara Shalat Idul Fitri harus memastikan untuk memperpendek bacaan shalat dan pelaksanaan khutbah

Kedua, panitia penyelenggara wajib menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir bagi para jamaah. Ketiga, setiap jamaah wajib menggunakan masker. Dan keempat, panitia wajib mengatur shaf dengan jarak 1,5 hingga 2 meter.

Bahkan sandal milik para jamaah tidak ada yang disimpan di luar masjid, tapi dimasukkan tas plastik yang sudah disiapkan takmir dan dibawa ke dalam masjid.

Begitu juga saat masuk dan keluar, jamaah harus mengikuti arahan petugas yang telah menyiapkan pagar pembatas sehingga tidak berjubel di pintu. (tis)

Leave a reply