Malang Raya Mulai PSBB, Kasus Covid-19 di Jatim Mulai Melandai

0
179

– Positif tambah 62, PDP tambah 121 dan ODP tambah 121 kasus baru

SabdaNews.com – Di mulainya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Malang Raya pada 17 Mei 2020, nampaknya membawa berkah bagi Provinsi Jawa Timur. Pasalnya, penambahan kasus terkonfirmasi positif secara kumulatif di Jawa Timur mulai melandai setelah beberapa hari terakhir menembus angka diatas 100 kasus baru.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat update perkembangan covid-19 Jatim di gedung negara Grahadi Surabaya mengatakan bahwa penambahan kasus yang terkonfirmasi positif covid-19 di Jatim hari ini sebanyak 62 kasus, sehingga akumulasinya menjadi sebanyak 2.150 kasus positif covid-19.

Penambahan terbanyak, kata Khofifah berasal dari Kota Surabaya 24 kasus, Kab Jember 6 kasus, Kab Tuban 6 kasus, Kab Sidoarjo 4 kasus, Kab Magetan 2 kasus, Kab Gresik 2 kasus, Kab Bangkalan 2 kasus, Kab Pasuruan 1 kasus, Kab Kediri 1 kasus, Kab Probolinggo 1 kasus, Kab Tulungagung 1 kasus, Kab Jombang 1 kasus, dan Kab Banyuwangi 1 kasus, serta 9 kasus dari kapal barang di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Khofifah juga bersyukur karena hari ini pasien yang terkonversi negatif (sembuh) bertambah sebanyak 25 orang, yakni 11 dari Kab Probolinggo, 6 dari Lamongan, 4 dari Surabaya, 2 dari Gresik, i dari Pacitan dan 1 dari Kota Probolinggo.

Namun pihaknya juga ikut berduka lantaran yang meningal dunia juga bertambah sebanyak 15 orang yakni 12 dari Kota Surabaya, 1 dari Kota Probolinggo, 1 dari Sidoarjo, dan 1 dari Jember.

“Dari 2.150 orang yang terkonfirmasi positif covid-19, sebanyak 1.593 orang (74,09%) masih dirawat, 337 orang (15,67%) sudah sembuh dan 211 orang (9,81%) yang meninggal dunia,” terang gubernur perempuan pertama di Jatim, Minggu (17/5/2020).

Sementara untuk kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan), lanjut Khofifah bertambah 121 kasus baru, sehingga total di Jatim menjadi sebanyak 4.943 kasus PDP. “Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.304 orang masih diawasi, 2.165 orang sudah tidak diawasi dan 474 orang yang meninggal dunia,” ungkapnya.

Selanjutnya untuk kasus ODP (Pasien Dalam Pemantauan) bertambah sebanyak 121 kasus baru sehingga akumulasinya menjadi 22.734 kasus ODP. “Dari jumlah terseut, sebanyak 4.102 orang masih dipantau, 18.546 orang sudah tidak dipantau dan 86 orang lainnya meninggal dunia,” jelas Khofifah.

Masih di tempat yang sama, Kadishub Jatim Yono menambahkan bahwa pihaknya menerima laporan dari Syahbandar Plabuhan Tanjung Perak Surabaya bahwa ada kluster baru di KMP Awu milik PT Pelni yang sedang ngedok di zona labuh bui 3-4 Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“PT Pelni mengintruksikan seluruh ABK KMP Awu yang berjumlah 90 orang dilakukan Rapid Test. Hasilnya, ada 16 orang yang reaktif (positif) dan 74 orang negatif. Yang positif dirawat di RS PHC Surabaya setelah di swab ada 9 yang dinyatakan positif covid-19. Sedangkan untuk yang negatif dikarantina di kapal dibawah pengawasan KKP,” ujar Yono. (tis)

Leave a reply