Seruan Rapid Test Mandiri Terhadap Perusahaan, Wabub Qosim, terancam ditolak.

0
201

Wabub Qosim disuatu acara di Gresik, ( ft.Istimewa/SabdaNews.com)

GRESIK,SabdaNews.com-Jelang berakhirnya PSBB tanggal 11 Mei 2020, kasus positif covid-19 Gresik telah mencapai 37 kasus. Usaha Satgas Penanggulangan Bencana  Covid-19 masih belum ada keberhasilan, padahal masyarakat sendiri sudah sadar unruk menciptakan Gresik akan segera keluar dari covid-19, dengan menggunakan aturan yang yang ada.

Melalui surat himbauan yang ditandatangi wakil bupati Moh. Qosim sebagai Wakil ketua Satgas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penangan Covid-19 ini berisi tentang Anjuran ke perusahaan-perusahaan di kabupaten Gresik agar melakukan Rapid Test secara mandiri kepada pekerjanya.

kordinator Pengembangan dan Penelitian Perhimpunan Tenaga Ahli Lingkungan Indonesia (P-TALI) Jawa Timur,Bagus Kurniawan, SE (46), Akrab dipanggil Ajuk, kepada Sabdanews, Sabtu  (9/5/2020) mengkhawatirkan himbauan itu tidak serius dan hanya beretorika saja. “Saya khawatir Pak Qosim tidak serius dan beretorika saja” ungkapnya.

Pasalnya, sejauh komunikasi yang dia lakukan ke perusahaan-perusahaan, hampir rata-rata perusahaan merasa keberatan untuk melakukan rapid test secara mandiri. “Perusahaan lebih senang bagi-bagi sembako warga terdampak daripada dibebani rapid test” tambah Ajuk.

Untuk itu Ajuk berharap pemerintah harus serius mengenai anjuran Rapid Test secara mandiri ke perusahaan-perusahaan tersebut tidak hanya sebatas surat himbauan saja tetapi juga ada aplikasi di lapangan.

Karena menurutnya Rapid Test sudah menjadi keharusan industri supaya karyawan tenang dalam bekerja. “Warga sekitar industri pun butuh informasi akurat karena sebaran karyawan ada disitu” tegas Ajuk penuh harap.

Ajuk juga berharap Pemkab Gresik transparan terkait anggaran senilai 14,7 milyar yang diperuntukan pengadaan APD dan BMHP (Barang Medis Habis Pakai). “Kalo memang dalam pos anggaran tersebut peruntukannya ada untuk rapid test lokasi industri, ya segera dilakukan, biar cepat penangan covid-19 ini”, harap Ajuk.

Juru Bicara Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik drg. Saifuddin Ghozali saat hendak dikonfirmasi oleh Sabdanews tidak merespon. Ditelpon tidak diangkat dan di Wa tidak dibalas meskipun centang dua biru tanda dibaca.

Anggota satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik, Tarso Sagito, kepada Sabdanews menyatakan tidak tahu menahu masalah anggaran tersebut. “Tidak tahu, itu posnya di dinas kesehatan”, terang Tarso singkat. (Luck)

 

Leave a reply