Terdampak Covid-19, 18.009 Buruh Jatim Kena PHK dan Dirumahkan

0
243

– Pemprov Jatim siap menampung dalam program pra kerja

SabdaNews.com – Belum sebulan berlangsung pandemi virus corona disease (Covid-19) di Jatim, dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat nampaknya mulai terlihat. Bahkan kalangan pekerja (buruh) yang bekerja di sejumlah perusahaan terpaksa menjadi korban karena kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dirumahkan untuk sementara waktu.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa membenarkan bahwa dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 terhadap dunia industri di Jatim mulai terlihat. Bahkan berdasarkan data yang diterima, ada 29 perusahaan dari berbagai daerah di Jatim yang melakukan PHK dan merumahkan sebagian karyawannya.

“Yang di-PHK ada 1.923 orang. Sedangkan yang dirumahkan ada 16.086 orang,” ujar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di gedung negara Grahadi Surabaya, Rabu (8/4/2020).

Lebih jauh mantan Mensos RI ini menjelaskan bahwa industri yang paling banyak terdampak pandei covid-19 adalah perusahaan transportasi, pariwisata dan perhotelan. “Ada 29 perusahaan di Jatim yang terdampak. Diantaranya, 1 perusahaan asal Banyuwangi, 1 dari Jombang, 3 perusahaan dari Gresik, 3 perusahaan dari Lamongan, 2 perusahaan dari Kota Blitar, 1 perusahaan dari Ngawi, 1 perusahaan dari Kota Batu, dan masih banyak lagi,” ungkap Khofifah.

Senada, Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak menambahkan bahwa pekerja yang terkena PHK kebanyakan terkategorikan pekerja yang tidak memiliki hubungan kontrak dengan perusahaan. “Setelah kita koordinasikan ternyata yang dirumahkan itu kebanyakan para sopir yang statusnya bukan pegawai tapi mitra dari perusahaan,” terangnya.

Setelah dikordinasikan dengan Disnaker, lanjut Wagub sesuai aturan ketenagakerjaan pekerja mitra perusahaan itu harus memiliki hubungan kontrak dengan tempat kerjanya, agar bisa mendapatkan hak-hak pekerja, termasuk tunjangan Hari Raya selama mereka dirumahkan.

“Persoalan ini juga sudah kita sampaikan ke Kemenakertrans agar mereka mendapat program pra kerja dan insentif dari pemerintah. “Dalam penanganan dampak sosial ekonomi di Jatim, para pekerja yang dirumahkan itu kita tampung supaya bisa mendapatkan kartu kerja sehingga mereka nantinya bisa mendapatkan insentif dari Pemprov Jatim selama pandemi Covid-19,” beber mantan Bupati Trenggalek. (pun)

Leave a reply