Warga Surabaya Mulai Rasakan Dampak Ekonomi Akibat Covid-19

0
66

SabdaNews.com – Sebagian warga Surabaya mulai merasakan dampak ekonomi akibat kebijakan seruan supaya tinggal di rumah untuk pencegahan penyebaran virus corona dosease (Covid- 19). Keluhan ini disampaikan perwakilan warga saat didatangi anggota DPRD Jatim dari Dapil 1 Surabaya, Hadi Dediansyah saat melakukan reses Selasa (31/3/2020).

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk silaturahmi ke rumah warga di Kelurahan Sememi Kecamatan Benowo dan Manukan Karya Kecamatan Tandes Surabaya itu hanya melibatkan tak lebih 6 orang perwakilan warga setempat untuk menyesuaikan anjuran social distancing.

“Di gang-gang kampung warung-warung banyak yang sepi pembeli karena banyak warga yang memilih berdiam di rumah. Warkop di perkampungan juga diminta untuk tutup dan tidak boleh ada warga yang bergerombol,” ujar wakil ketua Komisi A DPRD Jatim.

Mereka, kata Dedi juga menyampaikan banyak warga yang kehilangan pekerjaan karena dirumahkan oleh perusahaan karena takut pekerjanya tertular virus corona disease.

Baru dua minggu kebijakan ini dijalankan, warga menyatakan sudah merasakan dampak untuk perekonomian mereka. Bahkan mereka menanyakan kalau darurat ini berlangsung sampai dua bulan dan seterusnya maka itu sams saja membunuh kehidupan warga pelan-pelan.

“Mereka mengatakan sampai dengan saat ini belum ada kebijakan pemerintah untuk membantu warga dengan mulai munculnya kesulitan ekonomi terkait kondisi saat ini,” ungkap Hadi.

“Yang ironis kebutuhan pembagian masker dan Hand Sanitezer yang digembor-gemborkan pemerintah kota Surabaya sampai saat ini masih banyak masyarakat yang belum menerima. Padahal hal itu di butuhkan warga saat ini,” lanjutnya.

Dengan kondisi yang serba darurat sekarang ini, politisi Partai Gerindra ini mengharap dengan sangat peran dan aksi nyata Pemerintah baik itu Pemkot Surabaya, Pemprov Jatim dan Pemerintah Pusat harus betul-betul merealisasikan apa yang menjadi program pada situasi darurat ini secara langsung ke sasaran.

“Jangan hanya sebatas mendata dan himbauan saja. Rakyat saat ini butuh sentuhan langsung terutama APD dan bantuan persediaan makanan,” jelasya.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim ini juga meminta agar APBD yang sudah dialokasikan untuk penanganan ini, baik APBB Pemkot maupun Pemrov serta APBN, harus segera direalisasikan untuk memenuhi keperluan masyarakat yang sudah mulai merasakan dampak akibat kebijakan yang dibuat terkait penyebaran virus ini.

“Jangan sampai rakyat malah mati akibat himpitan kesulitan ekonomi dibalik kebijakan yang ingin memutus rantai penyebaran virus ini. Semua harus berjalan seiring, rantai penyebaran vuris terputus dan masyarakat tidak kesulitan dalam perekonomian dan kebutuhannya,” pungkasnya. (pun)

Leave a reply