Sebaran Kasus Positif Covid-19 di Jatim Mulai Bisa Dikendalikan

0
165

– Kepatuhan masyarakat lakukan physical distancing menjadi kunci hambat penyebaran

SabdaNews.com – Memasuki penghujung bulan Maret 2020, pandemi virus corona disease (covid-19) di Jatim nampaknya mulai mereda. Bahkan dinamika sebaran kasus baru positif covid-19 juga terlihat grafiknya menurun dan cenderung mulai stabil.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam rilis perkembangan covid-19 di Jatim mengatakan bahwa kasus baru yang terkonfirmasi positif covid-19 bertambah 2 orang yakni 1 dari Kab Gresik dan 1 dari 1 Kab Madiun, sehingga totalnya berjumlah 93 orang.

“Namun ada kabar bahagia 1 orang pasien positif covid-19 asal Surabaya yang berumur 79 tahun dinyatakan sembuh. Dan 1 orang pasien lainnya meninggal dunia, sehingga total yang sembuh berjumlah 17 orang dan yang meninggal berjumlah 9 orang,” kata Khofifah di gedung negara Grahadi Surabaya, Selasa (31/3/2020).

Di temukannya kasus baru positif covid-19 di Kab Madiun, lanjut Khofifah otomatis daerah yang masuk zona merah (terjangkit) juga bertambah. Kalau kemarin zona merah berjumlah 18 daerah, maka sekarang bertambah menjadi 19 kabupaten/kota di Jatim.

Sedangkan untuk kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah 54 orang sehingga totalnya menjadi 420 orang. Sementara untuk kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah 753 orang, sehingga totalnya berjumlah 6565 orang.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga menyebut dari 1316 orang yang sudah mengikuti rapid tes kemarin, diketahui yang positif sebanyak 28 orang. Sedangkan untuk hari ini diikuti 2020 orang dan diketahui yang positif menjadi 49 orang yang positif berdasar hasil rapid tes.

“Yang sudah terkonfirmasi positif melalui rapid test ini tidak bisa dijadikan sebagai patokan bahwa mereka sudah pasti positif covid-19. Tetapi untuk memastikan presisinya saya sudah minta dr Joni (Ketua gugus kuratif Satgas covid-19 Jatim) untuk segera dilakukan tes PCR atau swab,” ungkap Khofifah.

Masih di tempat yang sama, dr Joni Wahyudin mengaku bersyukur karena tren kasus positif covid-19 di Jatim sudah mulai bisa dikendalikan karena mulai timbul imunitas di kalangan masyaraakat (Herd Immunity) terhadap covid-19 sehingga kasusnya cenderung turun.

“Ini sebetulnya kabar baik, perkembangan kasus covid-19 di Jatim untuk yang terkonfirmasi (positif) dan PDP trennya tidak terlalu cepat atau melambat. Moga-moga segera muncul Herd Immunity dari kita semuanya untuk melawan covid-19. Kalau itu yang terjadi semoga tidak sampai Mei sehingga bisa cepat selesai covid-19 di Jatim,” harapnya.

Sementara untuk meningkatnya jumlah kasus ODP di Jatim itu, kata dr Joni merupakan hasil kerja tracing yang berhasil mendeteksi orang-orang yang mengejala flu like syndrom sehingga bisa terdeteksi.

“Saya melihat angka-angka yang diloporkan terkonfirmasi positif dan dirawat di RSUD dr Soetomo maupun di beberapa rumah sakit lain yang dilaporkan, pasiennya sudah tidak seberat dahulu penanganannya, yakni kasusnya antara sedang dan ringan karena mereka sudah memiliki imunitas. Namun kita semua harus tetap waspada, menggunakan masker di daerah terjangkit dan menjaga social distancing,” imbuhnya.

Gubernur Khofifah kembali menegaskan bahwa kewaspadaan ini harus tetap dilakukan dalam jangka panjang. Mengingat berdasarkan laporan perkembangan di China yang menjadi endemi Covid-19 telah terjadi second way.

“Artinya, ada kemunculan kasus yang baru karena kemungkinan interaksi diantara warga yang dari luar China datang kesana, kemudian terkonfirmasi ada yang positif lagi. Jadi physical distancing itu menjadi kunci dari suksesnya berbagai upaya pencegahan covid-19 dimanapun,” pungkas Khofifah. (tis)

Leave a reply