DPD PDI Perjuangan Jatim Produksi Massal Masker dan Padasan Gratis Untuk Masyarakat

0
84

– Rekrut para penjahit dan tukang las sekitar yang terdampak Covid-19

SabdaNews.com – Virus Corona Disease (Covid-19) yang mewabah ke hampir seluruh dunia membuat keberadaan masker menjadi langka, termasuk di Jawa Timur. Untuk mengatasi masalah tersebut, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menghimpun penjahit rumahan untuk memproduksi masker. Tidak itu saja, PDI Perjuangan Jatim juga mengorganisir sejumlah tukang las untuk membuat sarana cuci tangan dari gentong air (padasan).

Keberpihakan PDI Perjuangan sebagai bagian dari elemen bangsa untuk turut bergotong-royong dalam upaya pencegahan Covid-19 di Jatim ini dilakukan tidak tanggung-tanggung. Bahkan DPD PDIP Jatim “menyulap” markasnya di Jalan Kendangsari Industri Surabaya, menjadi “pabrik” masker dan wastafel portable.

Sebagian pelataran kantor sekretariat DPD PDI Perjuangan Jatim digunakan sebagai bengkel las. Sementara aula tempat rapat besar beralih fungsi menjadi industri konveksi masker.

“Kami berfikir membuat masker sendiri. Membeli kain dan menghadirkan penjahit-penjahit sekitar (rumahan). Satu sisi membantu ekonomi penjahit yang usahanya sepi karena wabah ini, di sisi lain masker yang langka bisa teratasi,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi SH MHum, Selasa (31/3/2020).

Sementara untuk sarana tempat cuci tangan, PDI Perjuangan Jatim mengusahakannya dalam paket lengkap. Yakni gentong air kapasitas 120 liter lengkap beserta kran air dan rangka dudukannya dari bahan plat besi.

“Padasan (gentong air) ini juga dibuat oleh tukang-tukang yang ada di sekitar kantor kita (DPD PDIP Jatim). Kami ingin membuktikan, bahwa dengan bergotong royong, bersatunya partai dan rakyat, masalah apapun termasuk wabah Covid-19 ini bisa kita atasi,” terang politisi yang juga Ketua DPRD Jatim ini.

Masker dan wastafel portable ini akan dibagikan ke masyarakat secara gratis. Pembagian dilakukan melalui 38 DPC PDI Perjuangan kabupaten/kota se-Jatim dan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang berjejaring.

“Untuk distribusinya tidak harus menunggu target 1 juta terpenuhi. Begitu sudah ada yang jadi sekian ribu, misalnya, maka akan segera kami distribusikan. Untuk hari ini misalnya, kita dapat 5.000 lembar masker,” kata Kusnadi.

Untuk pendanaan, lanjut dia, PDIP Jatim mengusahakannya secara bergotong-royong. “Jadi ini murni patungan dari teman-teman pengurus DPD PDI Perjuangan Jatim dan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim. Tidak sampai melibatkan patungan dari kepala daerah dan DPRD Kabupaten dan kota, toh mereka juga menghadapi persoalan yang sama (Covid-19) di daerah masing-masing. Saya yakin mereka sudah berbuat dan membantu masyarakat di daerah masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD PDIP Jatim SW Nugroho menambahkan, untuk pembuatan masker pihaknya melibatkan sekitar 50-an penjahit.

“Untuk masker kami targetkan antara 1 sampai 2 juta masker. Untuk gentong tempat air sekitar seribuan. Pekerjaan ini sudah berjalan 4 hari,” urai anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim.

Untuk menjaga kebersihan masker yang diproduksi, DPD PDI Perjuangan Jatim juga melibatkan tenaga medis dalam pengawasannya. Termasuk menerapkan protocol cegah virus Corona di area kantor DPD PDI Perjuangan Jatim dengan memasang bilik semprot disinfektan sebelum memasuki pintu utama gedung.

Para aktivis partai termasuk penjahit juga melawati petugas pemeriksa suhu badan menggunakan Thermo Gun. Sementara di ruangan-ruangan yang ada juga dilengkapi dengan hand sanitizer.

Masker yang jadi, sebelum dikemas dalam plastik, juga disemprot disinfektan. Demikian halnya untuk tempat penjahitan, selepas penjahit pulang kerja, dilakukan penyemprotan disinfektan dan dikunci untuk kemudian dipergunakan kembali esok harinya. (pun)

Leave a reply