Covid-19 Mewabah, Wali Kota Tri Rismaharini Diminta Tutup Mal di Surabaya

0
165

– Jangan diskriminasi warkop dipaksa tutup

SabdaNews.com – Kendati Kota Surabaya dinyatakan Zona Merah karena sudah terjangkit pandemi virus corona disease (Covid-19) bahkan sudah ada beberapa warga yang meninggal dunia akibat Covid-19. Namun beberapa pusat perbelanjaan atau mal di Kota Pahlawan masih dibiarkan buka.

Sebaliknya, perlakuan berbeda dialami para pedagang warung kopi yang justru diminta atau bahkan dipaksa tutup karena jika nekad tetap buka akan diobrak melalui satuan penegak perda.

Tak ayal, perlakuan diskriminatif itu membuat anggota DPRD Jatim dari Dapil 1 (Surabaya) Syamsul Arifin, geram. Sebab, Pemkot Surabaya masih setengah hati mengeluarkan kebijakan demi menekan angka penyebaran virus corona disease (Covid-19) di wilayah Surabaya.

“Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini harus tegas dalam mengeluarkan kebijakan. Jangan tanggung-tanggung, warung kopi diobrak-abrik tapi mal dibiarkan. Ini tidak adil,” tegas anggota Fraksi PKB DPRD Jatim, Selasa (31/3/2020).

Politisi asli Madura ini pun meminta dengan hormat kepada orang nomor satu di Pemkot Surabaya. Apalagi, Pemkot Surabaya tengah mengkaji rencana penerapan karantina wilayah atau pembatasan akses keluar-masuk Surabaya yang dinilai percuma.

Dimana, Kota Surabaya memiliki 19 jalur akses masuk. Di 19 titik tersebut nanti akan diberlakukan screening ketat bagi kendaraan dan masyarakat, baik yang akan keluar ataupun masuk Kota Surabaya.

“Percuma dong 19 titik tersebut nanti akan diberlakukan screening ketat. Tapi hal-hal yang sifatnya teknis, yang perlu kita waspadai tidak terpikirkan sama sekali,” dalih mantan ketua DPC PKB Surabaya.

Menurut Syamsul, kebanyakan orang yang terjangkit covid-19 ini adalah mereka yang secara ekonomi kelas menengah ke atas, bukan masyarakat bawah. “Nah, ini kalau hanya memikirkan urusan menutup warung kopi, sementara yang mudah terjangkit dibiarkan begitu saja ya sama saja bohong,” tegasnya.

“Tolonglah jangan bikin pencitraan di tengah virus corona yang ada saat ini,” harap Syamsul Arifin.

Apalagi, lanjut dia, arahan pemerintah untuk stay at home (tinggal di rumah) dinilai percuma. “Karena fasilitas umum seperti mal tidak ditutup. Jadi stay at mal dong,” kelakarnya. (pun)

Leave a reply