Buntut Pemukulan Terhadap Dua Mahasiswa Unmer Malang Oknum Polisi Kota Malang Diperika.

0
393

MALANG,SabdaNews.com-Oknum anggota Polresta Malang melakukan pemukulan terhadap dua kader HMI Cabang Malang yakni Reza Dwi dari Komisariat Psikologi UMM dan rahim alias Jamal dari Komisariat Ekonomi UNMER hingga mengalami keduanya mengalami memar di pelipis mata sebelah kanan.

Saat itu para kader-kader HMI Cabang Malang yang turun menggelar aksi jilid kedua, untuk menolak RUU  mnibus Law yang aspirasinya disalurkan melalui  DPRD Kota Malang Du depan gedung DPRD Kota Malang, Jum’at (13/3/2020) Pekan lalu.

Koordinator Lapangan dalam aksi menolak RUU Omnibus Law jilid kedua yang juga selaku Kabid PTKP HMI Cabang Malang, Riyadhelis Putuhena bersama ratusan massa aksi dari depan sekretariat HMI Cabang Malang di kawasan Rajabally bergerak menuju area Alun-Alun Tugu Kota Malang.

Namun sungguh kecewa dengan oknum aparat kepolisian yang telah arogan melakukan pemukulan terhadap dua kader HMI Cabang Malang tersebut yang tidak seharusnya dilakukan oleh oknum kepolisan dengan kekerasan.

Polisi yang di kenal sebagai alat Negara untuk melindungi, mengayomi,melayani sesuai  amanat konstitusi, namun pertanyaannya adalah sudahkah amanat konstitusi Negara dilaksanakan dengan baik, jawab yang pantas di jawab pada hari ini oknum polisi yang keluar dari amanat konstitusi telah terjadi, ketika menyampaikan aspirasi masyarakat untuk kepentingan yang lebih besar malah di jegal dengan kekerasan yang tidak seharusnya dilakukan oleh oknum kepolisan polresta kota malang.

HMI cabang Malang tidak pernah membuat kegaduhan dalam menyampaikan demostrasi itupun hak demokrasi kita untuk menyampaikan pendapat di muka umum yang di atur dan dijamin dalam Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945, tetapi kejadian tidak yang dilakukan oknum kepolisan tidak sesuai dengan konstitusi negara Indonesia.

Ketika itu, HMI cabang malang melakukan demostrasi untuk menolak RUU Omnibus law di depan kantor DPRD kota malang, dan meminta untuk bisa ketemu langsung kepada DPRD untuk menyampaikan secara langsung bahwa RUU Omnibus law yang di buat oleh penguasa tidak sesuai dengan kepentingan rakyat dan mengkebiri masyarakat kecil, inilah kemudian yang di suarakan HMI cabang malang untuk di tindak lanjut oleh DPRD kota malang.

Akan tetapi kejadian yang tidak di inginkan oleh HMI cabang malang dengan tindakan represif oknum polisi membubarkan demostrasi HMI cabang Malang dengan tindak kekersan terhadap massa aksi yang beberapa kader HMI cabang malang terlukan dan jadi korban pernganiayaan oleh oknum kepolisian Kota malang.

Sementara itun Saat berlangsungnya aksi demo, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian  Diana Kartika sempat menemui massa. yang diharapkan  Made saat itu, agar 10 orang perwakilan massa saja yang dapat menyampaikan aspirasinya. Ternyata massa bersikukuh minta seluruh demonstran masuk ke dalam gedung. Permintaan massa tidak dapat dituruti, dan akhirnya terjadi aksi saling dorong- mendorong antara polisi dan massa. Akhirnya massa yang di jaga ketat aparat kepolisian kembali menuju sekretariat HMI di Jalan Basuki Rahmat, Kota Malang

HMI Unmer Malang Mengecam Keras Tindakan Refresif Oknum Kepolisian Kota Malang Tuntutan HMI korkom merdeka :

  1. Mengecam keras tindakan Konyol yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian Polresta malang kota.
  1. Mendesak kapolres bertangungjawab atas peristiwa tindakan Represif terhadap kader HMI Cabang malang
  1. Mendesak kapolres untuk memberikan sanksi kepada pelaku oknum aparat kepolisian yang melakukan penganiayaan terhadap Kader HMI cabang malang
  1. Meminta Kapolri untuk mencopot kapolresta malang kota atas kelalaian pengamanan  yang terjadi pada saat aksi HMI Cabang Malang
  1. Kalau tidak mampu point -1 sampai 4 di laksanakan segara mundur dari  jabatannya,”harapnya. .(dar /JN/Ant)

Leave a reply